Senin, 15 September 2014

News / Edukasi

Kompas Corner, Lebih Dekat dengan Mahasiswa

Kamis, 2 Mei 2013 | 12:15 WIB

SERPONG, KOMPAS.com - Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kompas meresmikan Kompas Corner di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (2/5/2013). Dengan konsep ruang interaksi dan pusat kreasi, Kompas Corner diharapkan bisa menjadi ruang interaksi bagi para pembacanya di kalangan mahasiswa.

Wakil Redaktur Pelaksana Kompas, Trias Kuncahyono mengatakan selain untuk mendekatkan Kompas dengan generasi muda terdidik saat ini, Kompas Corner juga hadir untuk membantu sivitas akademika bijaksana dalam menghadapi serbuan informasi.

"Sekarang kita tak bisa terhindar dari serbuan informasi yang begitu banyak. Kalau tujuan pendidikan Ki Hajar Dewantara dulu membuat manusia Indonesia yang terdidik dan berbudaya karena waktu itu jamannya mendidik bangsa kita bersaing dengan penjajah, sekarang sudah berbeda, tantangannya berbeda. Yang paling nyata adalah zaman teknologi dan informasi yang begitu membanjiri kita, termasuk mahasiswa," tutur Trias dalam sambutannya.

Kompas Corner, lanjutnya, hadir untuk membentuk insan pendidikan yang lebih bermutu dan terdidik dengan menghadirkan informasi lebih cepat dan akurat. Cita-cita ini diwujudkan terlebih dulu melalui UMN sebelum Kompas mendirikan Kompas Corner di kampus-kampus lainnya.

Kompas Corner akan dilengkapi dengan fasilitas yang memudahkan para mahasiswa untuk mengakses informasi dari Pusat Informasi Kompas. Selain itu, pojok ini dapat digunakan sebagai tempat mengadakan pertemuan dan berdiskusi. Dan tentu saja, berbagai buku dari Penerbit Buku Kompas siap menjadi sumber informasi bagi para mahasiswa.

"Mahasiswa UMN dan siswa di dekat sini bisa memeroleh informasi secapat mungkin. Ada fasilitas komputer yang bisa akses ke Pusat Informasi Kommpas sehingga kitatidak akan pernah tertinggal informasi, terutama bagi mahasiswa UMN yang nantinya akan banyak bikin karya tulis. Bahan-bahan informasi yang dimiliki oleh Kompas bisa lebih mudah diakses dan diperoleh," tambah Trias.

Rektor UMN, Ninok Leksono, menyambut baik diresmikannya Kompas Corner di lokasi strategis mahasiswa di UMN. Ninok mendorong para mahasiswanya untuk memanfaatkan Kompas Corner.

"Semoga bisa dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa dalam tujuan khusus mengerjakan tugas akhir atau dalam rangka memperkaya pengetahuan karena sekarang ini persaingannya itu bukan persaingan sosok fisik yang bagus, tetapi persaingan kemampuan, brain war," tutur Ninok.

Semangat Kompas Corner yang mengusung tiga C, yaitu Competence, Conscience dan Compassion, lanjutnya, juga menjadi semangat UMN dalam menyelenggarakan pendidikan. Dengan demikian, Kompas Corner dapat mendukung cita-cita UMN untuk mengembangkan semua bakat dan talenta semua mahasiswanya.

Konsep green

Selaras dengan konsep green building yang diusung oleh UMN, Kompas Corner di kampus ini mengusung konsep green futuristic. Mebel yang digunakan menggunakan analogi honeycomb atau sarang lebah yang mengandung madu dan bermanfaat bagi manusia. Madu dianalogikan sebagai informasi yang dihadirkan oleh Kompas kepada khalayak, sementara lebah madu pekerja adalah sinergi Kompas yang menyampaikan informasi tersebut.

Dalam acara peluncuran hari ini, para undangan mendapatkan kesempatan untuk mencoba ragam fasilitas Kompas Corner. Peresmian Kompas Corner, para mahasiswa juga diisi oleh talkshow creativepreneur yang menghadirkan creative entrepreneur dan penulis buku 'Creative Junkies', Yoris Sebastian. Para mahasiswa juga dihibur oleh penampilan salah satu pemenang Stand Up Comedy Kemal dan band Efek Rumah Kaca.


Penulis: Caroline Damanik
Editor : Caroline Damanik