Rabu, 23 April 2014

News / Edukasi

Siswa Diimbau Hindari Aksi Corat-coret

Kamis, 2 Mei 2013 | 14:35 WIB

Baca juga

PALU, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kota Palu, Ardiansyah Lamasitudju, mengimbau siswa agar menghindari aksi corat-coret pada saat pengumuman hasil ujian nasional (UN).

"Akan lebih baik jika pakaian seragam yang masih layak pakai dikumpulkan lalu diberikan kepada siswa lain yang membutuhkannya," katanya seusai upacara Hardiknas 2013 di Palu, Kamis (2/5/2013).

Menurut dia, setiap kali pengumuman UN, para siswa mengekspresikan kegembiraan mereka dengan mencorat-coret pakaian seragam. Aksi corat-coret tampak sudah menjadi budaya di kalangan siswa yang lulus UN dan itu sulit dihindari.

Padahal, jika aksi tersebut dapat dihidari, akan lebih berguna kalau pakaian dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya. Seyogianya budaya yang sebenarnya merugikan tersebut perlu dihilangkan dan diganti dengan aksi sosial.

Karena itu, pihak sekolah harus proaktif dan mulai mengumpulkan pakaian seragam yang masih layak pakai agar saat pengumuman kelulusan UN tidak ada aksi corat-corat pakaian seragam. "Kalau mau corat-coret silakan tetapi bukan pakaian seragam, tapi baju lain," imbau Ardiyansah.

Jika semua sekolah, SD, SMP, dan SMA bisa mengumpulkan pakaian seragam, jumlahnya cukup banyak dan sangat memberikan manfaat yang besar bagi siswa lain yang membutuhkan.

Ia juga mengatakan UN SMA dan SMP serta UN susulan untuk Kota Palu sudah selesai dan berjalan lancar meski khusus UN tingkat SMA sempat tertunda karena keterlambatan naskah. "Tapi, bukan hanya di Palu, ada 11 provinsi yang tidak bisa melaksanakan UN SMA sesuai jadwal yang ditetapkan," katanya.

UN SMP berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. Sekarang tinggal UN SD yang dijadwalkan berlangsung pada 6-8 Mei 2013. Pemkot Palu berharap tingkat kelulusan UN SD, SMP, dan SMA di Palu meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: