Kamis, 23 Oktober 2014

News / Edukasi

Sekolah Diminta Tidak Hambat Siswa UN

Kamis, 2 Mei 2013 | 17:14 WIB

MUKOMUKO, KOMPAS.com - Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, meminta pihak sekolah dasar tidak menghambat siswa mengikuti ujian nasional di daerah itu, hanya gara-gara orang tua siswa tidak sanggup membayar biaya les dan kenang-kenangan yang diminta oleh sekolah.

"Tidak ada biaya untuk menjadi peserta ujian nasional, semuanya gratis, kalau biaya diluar itu kesepakatan saja antara sekolah dan wali murid," kata Ketua Ujian Nasional (UN) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Apani, di Mukomuko, Kamis (2/5/2013).

Apani yang juga Kabid Pendidikan Sekolah Dasar instansi itu menyampaikan hal itu menjawab keluhan dari salah seorang wali murid di SD 06 setempat yang merasa keberatan membayar uang Rp 180.000, agar anaknya bisa ikut UN dan uang kenang-kenangan sebesar Rp 150.000.

Terkait dengan persoalan itu, Apani menjelaskan, pihaknya telah berkordinasi dengan Kepsek SDN 6 setempat, dan biaya yang dibebankan kepada masing masing siswa itu bukan kehendak sekolah.

"Biaya biaya itu telah dibahas dalam rapat di sekolah dan disepakati semua wali murid yang hadir, meskipun saat itu ada salah satu wali murid yang tidak datang, tetapi diwakilkan dengan saudaranya," katanya.

Ia menerangkan, biaya yang dibebankan kepada masing masing siswa sebesar Rp 180.000 itu bukan persyaratan siswa bisa ikut UN tetapi biaya selama siswa tersebut mengikuti les di luar sekolah itu.

Selain itu, kata dia, biaya kenang-kenangan sebesar Rp 150.000 per siswa tersebut disepakati oleh semua wali murid guna membantu sekolah memperbaiki saluran siring yang tidak lancar di sekolah itu. "Semua biaya itu sudah disepakati dan tidak ada sekolah yang membuat keputusan sendiri," tambahnya.

Kendati demikian, ia menyarankan, agar sekolah tidak memaksakan biaya tersebut harus dibayar oleh siswa. Karena, ia berharap, tidak ada siswa SD sederajat di daerah itu yang tidak bisa ikut UN tahun ini.

Sementara itu, ia menyebutkan, sebanyak 3.520 orang siswa SD/MIN/MIS di daerah itu yang masuk dalam daftar nominasi tetap (DNT). Dan semua siswa itu siap mengikuti ujian nasional yang akan dilaksanakan di daerah itu, 7 - 9 Mei 2013.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: