Jumat, 25 Juli 2014

News / Edukasi

Posko Anti DO Bakal Dibuka

Kamis, 2 Mei 2013 | 22:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuka posko anti putus sekolah atau disebut Posko Anti Drop Out (DO) pada awal tahun pelajaran 2013-2014, Juli mendatang. Hal ini dimaksudkan untuk menekan angka anak putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa posko ini nantinya akan dibuka di seluruh dunia dan bekerja sama dengan Dinas Provinsi masing-masing daerah. Tentu saja, tidak menutup kemungkinan apabila ada pihak yang peduli pendidikan ingin memberikan bantuan pada posko ini.

"Kami ingin memastikan agar anak-anak di Indonesia dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah," kata Nuh saat memberikan sambutan pada upacara Hari Pendidikan Nasional di halaman Gedung A, Kemdikbud, Jakarta, Kamis (2/5/2013)

Berdasarkan data dari Kemdikbud, ada 173 kabupaten yang sampai saat ini masih belum tuntas program wajib belajar sembilan tahunnya belum tuntas. Padahal semestinya program ini sudah harus selesai dijalankan sejak tahun 2008 lalu. Akibatnya, sebanyak 138.560 anak usia 13-15 tahun tidak menyelesaikan pendidikannya hingga menengah pertama.

"Itu terjadi di sebagian besar wilayah terpencil dan kepulauan. Walau APK nasional untuk jenjang pendidikan dasar mencapai 99 persen tapi masih ada kabupaten yang punya APK di bawah 95 persen," jelas Nuh.

"Gerakan membuka posko ini adalah salah satu jalan keluar untuk mengatasi persoalan itu," tandasnya.

 


Penulis: Riana Afifah
Editor : Caroline Damanik