Minggu, 21 September 2014

News / Edukasi

Kalau UN SD Dihapus, Apa Gantinya?

Selasa, 7 Mei 2013 | 14:43 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta agar rencana penghapusan ujian nasional (UN) sekolah dasar (SD) ini dikaji lebih dalam dan dicarikan pengganti yang tepat. Tanpa ada penggantinya, maka UN tidak bisa begitu saja dihilangkan.

"Tiap jenjang pendidikan itu harus ada evaluasinya. Tidak bisa begitu saja dihilangkan lalu tidak ada gantinya," kata Nuh di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Mengenai usulan agar UN digantikan dengan ujian sekolah saja, ia menjelaskan bahwa hal tersebut sulit dilakukan. Pasalnya, kredibilitas ujiannya dikhawatirkan tidak akan diakui oleh sekolah menengah pertama (SMP), sehingga harus menggunakan ujian masuk dari SMP tersebut.

"Nanti akan ada pekerjaan lagi, karena SMP pasti akan ada ujian saringan lagi. Karena sekolah tidak yakin dengan hasil ujian sekolah," ungkap Nuh.

"Misalkan saja dengan ujian sekolah, bisa saja nanti nilainya delapan dan sembilan semua," ujar Nuh.

Untuk itu, sebelum gagasan penghapusan UN ini dilakukan, maka sebaiknya disediakan pengganti yang sesuai dan tetap dapat mengukur pemetaan pendidikan dan dapat teruji kredibilitasnya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.

"Jadi kalau UN SD dihapuskan, apa penggantinya? Jangan dihapuskan lalu belum ada penggantinya. Harus bisa untuk memetakan dan penilaian," tandasnya.

 


Penulis: Riana Afifah
Editor : Caroline Damanik