Tunjangan Guru Swasta Dikurangi - Kompas.com

Tunjangan Guru Swasta Dikurangi

Kompas.com - 23/05/2013, 02:42 WIB

Jakarta, Kompas - Guru-guru non-pegawai negeri sipil di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama di sejumlah daerah mengeluhkan pembayaran tunjangan profesi guru yang tidak sesuai dengan Surat Keputusan Inpassing. Padahal, para guru swasta yang lolos sertifikasi mendapatkan penyetaraan golongan seperti layaknya guru pegawai negeri sipil.

M Fatah Yasin, Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Rabu (22/5), mengatakan, 75.000 guru swasta atau non-pegawai negeri sipil (PNS) di bawah Kementerian Agama sudah mendapat SK Inpassing. Namun, pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) tetap dipatok Rp 1,5 juta per bulan.

”Padahal, ada guru yang sudah golongan IV A sesuai SK Inpassing. Seharusnya guru itu dapat tunjangan satu kali gaji setara guru PNS, sekitar Rp 3 juta. Tetapi kenyataannya mendapat 1,5 juta per bulan,” jelas Fatah.

Selain itu, guru-guru madrasah swasta mengeluhkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang terlambat cair. Padahal, gaji guru swasta mengandalkan BOS.

”Pembayaran TPG triwulan pertama juga belum diterima guru-guru di bawah Kementerian Agama,” kata Fatah.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke Kementerian Agama. Mereka menyampaikan masalah sertifikasi, pembayaran TPG yang terlambat dan tidak tepat jumlah, serta pengucuran BOS yang terlambat.

Iwan Hermawan, Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia, mengatakan, para guru swasta di bawah Kemdikbud juga mengeluhkan pembayaran tunjangan profesi guru yang tidak sesuai golongan. (ELN)


Editor

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional
Close Ads X