Disdik Kalteng Larang SD Gelar Tes Masuk - Kompas.com

Disdik Kalteng Larang SD Gelar Tes Masuk

Kompas.com - 27/05/2013, 01:51 WIB

SAMPIT, KOMPAS.com Kabar gembira bagi para orangtua siswa karena Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) melarang semua sekolah dasar di daerah mereka menggelar ujian atau tes masuk terhadap calon siswa baru.

"Penerimaan siswa baru nanti, untuk SD, tanpa tes. Kalau ada SD yang memberlakukan tes masuk, tolong kepala dinas pendidikan setempat untuk menegur dan menghentikannya. Kalau ada, laporkan ke saya," kata Kepala Disdik Kalteng Guntur Talajan, saat berkunjung ke Sampit, Minggu (26/5/2013).

Guntur menegaskan, penerimaan peserta didik baru di tingkat SD bisa dilakukan tanpa harus melalui tes masuk. Terlebih lagi jika sampai melakukan tes calistungm, atau baca, tulis, dan hitung; hal itu dinilai belum tepat diberlakukan pada siswa baru di SD dan sederajat. "Nanti ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng kepada dinas pendidikan di kabupaten/kota," katanya.

Larangan tes masuk bagi calon siswa baru di SD dan sederajat tersebut diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat menyekolahkan anak mereka. Guntur meyakinkan bahwa jumlah SD sederajat di Kalteng untuk menampung siswa baru. "Jumlah sekolah pasti menampung, apalagi tiap tahun ada penambahan unit sekolah baru," katanya.

Wahyu, salah seorang warga Kecamatan Baamang, mengaku senang mendengar jika dinas pendidikan melarang tes masuk. Dengan begitu, para orangtua bisa lebih leluasa memilih sekolah untuk anaknya.

"Kalau pakai tes itu sebenarnya bagus, asalkan diberlakukan ketat. Yang masalah itu kalau tes itu ternyata hanya bagi siswa dari keluarga biasa, sedangkan anak pejabat seolah ada jaminan bisa lulus. Kalau seperti itu, kan mending tidak usah ada tes," ucapnya.

Alasan lain, sambung Wahyu, murid taman kanak-kanak yang akan masuk SD terbilang masih kurang dalam pengetahuan. Karena itu, dikhawatirkan calon siswa baru akan terbebani oleh tes masuk tersebut sehingga malah akan mengganggu mereka.

Seperti diketahui, wacana melarang adanya tes masuk, apalagi menggunakan cara tes calistung bagi calon siswa SD, sudah bergulir sejak 2010 lalu. Sayangnya, hingga tahun lalu diduga masih ada saja sekolah di Indonesia yang melaksanakan tes masuk bagi calon siswa baru.

 


EditorBenny N Joewono
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional
Close Ads X