Kamis, 24 April 2014

News / Edukasi

Jurusan Teknik Pertambangan dan Perminyakan Makin "Nge-Tren"

Rabu, 29 Mei 2013 | 09:49 WIB

Baca juga

KOMPAS.com  Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah peminat jurusan atau program studi Teknik Pertambangan dan Teknik Perminyakan meningkat. Perkembangan industri sumber daya mineral yang signifikan di Tanah Air dan tingkat kesejahteraan yang tinggi bagi karyawannya memikat para generasi muda untuk mendalami bidang ini.

Dalam keterangan pers Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (27/5/2013), Ketua Panitia SNMPTN 2013 Akhmaloka menyajikan data program studi berdasarkan tingkat keketatan persaingan. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan dinobatkan sebagai fakultas dengan persaingan yang paling ketat di ITB pada tahun ini. Tingkat keketatannya 3,15 persen. Di Universitas Hasanuddin, Makassar, untuk bidang sains dan teknologi, persaingan ketat juga terjadi di jurusan Teknik Pertambangan dengan tingkat keketatan 1,03 persen.

Perkembangan jumlah peminat terhadap jurusan ini juga dirasakan di jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, paling tidak dalam lima tahun terakhir.

"Selain Fakultas Kedokteran, jurusan yang paling diminati saat ini yakni Teknik Pertambangan berdasarkan pengalaman pendaftaran SMNPTN kira-kira lima tahun terakhir," ungkap Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Unsri, Zulkifli Dahlan, kemarin.

Dia mengemukakan bahwa perkembangan industri di bidang sumber daya mineral di daerahnya, seperti batu bara, juga memicu para lulusan sekolah menengah atas untuk memilih jurusan ini. Menurut Zulkifli, trennya sudah berubah dari era 90-an. Pada era itu, lanjutnya, sebagian besar lulusan SMA tertarik menimba ilmu Teknik Sipil dan Teknik Mesin, lalu tren berubah lagi ke Teknik Elektro pada akhir 90-an.

"Pada pertengahan era tahun 2000, bisa dikatakan Teknik Pertambangan menjadi yang terfavorit setelah Kedokteran. Trennya sepertinya masih akan sama karena industri pertambangan tidak hanya berkembang di Sumsel, tapi juga di Kalimatan dan Papua," tuturnya.

Di samping itu, Zulkifli mengakui peningkatan signifikan peminat jurusan ini disebabkan masih terbatasnya perguruan tinggi negeri yang menyediakan program studi ini. Para peminat pun menyerbu ke perguruan-perguruan tinggi yang sudah membukanya.

Di Unsri, jurusan ini dibuka melalui tiga pintu, yaitu saringan jalur undangan, seleksi tertulis, dan jalur mandiri.

"Setiap kesempatan memiliki kuota yang berbeda-beda untuk SNMPTN mendapatkan 50 persen dari total mahasiswa pertambangan yang akan diterima, SBMPTN hanya 30 persen, dan jalur mandiri hanya 20 persen," katanya.

 


Editor : Caroline Damanik
Sumber: