Indonesia Mengajar Siap Berbagi "Resep" - Kompas.com

Indonesia Mengajar Siap Berbagi "Resep"

Caroline Damanik
Kompas.com - 30/05/2013, 18:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Mengajar menyatakan terbuka untuk pihak lain yang ingin melakukan gerakan serupa di tempatnya masing-masing. Bahkan, Indonesia Mengajar siap berbagi "resep" jika ada gerakan serupa yang ingin dikembangkan.

Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan mengatakan pihaknya terbuka terhadap gerakan-gerakan serupa yang ingin dikembangkan dalam basis komunitas atau daerah.

"Kami terbuka sekarang kepada siapa pun yang mau meniru gerakan ini. Yang mau belajar keuangannya boleh, metodenya, manajemennya, trainingnya, boleh semuanya dipelajari supaya terus menular," tuturnya dalam talkshow bertajuk "Membangun Future Leaders Indonesia melalui Pendidikan" usai penandatanganan nota kesepahaman antara Kompas Gramedia dan Indonesia Mengajar di Hotel Santika, Kamis (30/5/2013).

Rektor Universitas Paramadina ini mengaku sudah mengetahui sejumlah gerakan serupa di tingkat kampus, kota bahkan di tingkat kabupaten, seperti IPB Mengajar yang dikembangkan para mahasiswa Institut Pertanian Bogor atau UGM Mengajar di Yogyakarta. Kini, juga diketahuinya gerakan serupa dengan nama berbeda, misalnya London School of Public Relation (LSPR) Peduli Pendidikan dan Tanimbar Movement di Kepulauan Tanimbar di Provinsi Maluku.

Anies menyambut baik munculnya gerakan-gerakan tersebut karena dampak baik ke dunia pendidikan justru akan lebih cepat tersebar.

"Saya tahu itu ada IPB mengajar, ITB mengajar, UGM mengajar, UI mengajar, sekarang LSPR. Tak penting namanya apa, tak penting siapa yang mulai duluan. Yang penting semua turun tangan. Datang saja ke Indonesia Mengajar, kita siap berbagi," tegasnya.

Namun, untuk tetap menjaga gerakan ini tetap pada relnya, yaitu ketulusan, Anies menyarankan untuk tetap menyelenggarakan gerakan ini berbasis pada para relawan.

"Kami selalu menganjurkan, kegiatan seperti ini panggil sukarelawan. Jangan wajibkan karena sukarelawan berangkat karena panggilan hati. Maka dia akan datang dengan hati. Kalau datang dengan hati, impactnya luar biasa," tuturnya.

"Saya selalu tekankan kepada para pengajar muda, Anda tidak dibayar. Bukan karena Anda tidak bernilai, tetapi karena Anda tidak ternilai. Jangan diwajibkan karena begitu diwajibkan, insentifnya itu adalah lebih bangga kalau berhasil menghindar. Kalau memang mau, jadikan ini sebagai sesuatu yang terhormat," tambahnya lagi.

Selain itu, Anies menyarankan agar setiap gerakan menemukan partner yang sehati dalam mengelola gerakan tersebut. Ide tanpa partner yang sehati hanya akan berjalan tertatih-tatih.

Dalam perjalanannya, Indonesia Mengajar menggandeng sejumlah partner. Dari pemerintah, Anies mengaku hanya meminta satu kata, "restu".

"Pastikan anda punya partner yg sehati dgn kegiatan ini, kalau tidak repot kita," tandasnya kemudian.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisCaroline Damanik
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Aris Wahyudi akan Dijerat Pasal Pornografi dan Perdagangan Orang

    Aris Wahyudi akan Dijerat Pasal Pornografi dan Perdagangan Orang

    Megapolitan
    Wiranto Minta Polemik Pembelian 5.000 Senjata Ditutup

    Wiranto Minta Polemik Pembelian 5.000 Senjata Ditutup

    Nasional
    Napi Narkoba Kabur Saat Hujan Deras dan Mati Listrik di Lapas Parepare

    Napi Narkoba Kabur Saat Hujan Deras dan Mati Listrik di Lapas Parepare

    Regional
    Beban Kerja dan Penyerapan Anggaran Tiap SKPD Berbeda, DPRD DKI Usul Skema TKD Dirombak

    Beban Kerja dan Penyerapan Anggaran Tiap SKPD Berbeda, DPRD DKI Usul Skema TKD Dirombak

    Megapolitan
    Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

    Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

    Regional
    TNI AU Tak Bermaksud Sanggah Pernyataan Panglima Soal Senjata Ilegal

    TNI AU Tak Bermaksud Sanggah Pernyataan Panglima Soal Senjata Ilegal

    Nasional
    Luruskan Pernyataan Panglima, Wiranto Sebut 500 Pucuk Senjata untuk Pendidikan BIN

    Luruskan Pernyataan Panglima, Wiranto Sebut 500 Pucuk Senjata untuk Pendidikan BIN

    Nasional
    Start dari Urutan Ke-5, Marquez Juarai Balapan GP Aragon

    Start dari Urutan Ke-5, Marquez Juarai Balapan GP Aragon

    Olahraga
    Sejak Pertama Kali Diluncurkan, Nikahsirri.com Dapat 2.700 Klien

    Sejak Pertama Kali Diluncurkan, Nikahsirri.com Dapat 2.700 Klien

    Megapolitan
    Survei Pilkada Jatim: Pemilih 'Cuek' ke Khofifah, yang 'Galau' ke Gus Ipul

    Survei Pilkada Jatim: Pemilih "Cuek" ke Khofifah, yang "Galau" ke Gus Ipul

    Regional
    Begini Modus Operasi Dugaan Pornografi di Situs Nikahsirri.com

    Begini Modus Operasi Dugaan Pornografi di Situs Nikahsirri.com

    Megapolitan
    Kadis Perumahan DKI: Kalau Dia Membubarkan Ibadah Lagi, Keluarkan dari Rusun

    Kadis Perumahan DKI: Kalau Dia Membubarkan Ibadah Lagi, Keluarkan dari Rusun

    Megapolitan
    Panjat Tembok, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II Kota Parepare

    Panjat Tembok, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II Kota Parepare

    Regional
    Diduga Tidak Bisa Berenang, Santri Cilik Tewas Tenggelam

    Diduga Tidak Bisa Berenang, Santri Cilik Tewas Tenggelam

    Regional
    Daftar Juara Jepang Terbuka 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

    Daftar Juara Jepang Terbuka 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

    Olahraga


    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM