Kamis, 23 Februari 2017

Edukasi

Batalkan S-2 di Luar Negeri demi Mengajar di Pelosok

Rabu, 12 Juni 2013 | 11:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Demi ikut berperan serta memajukan dan pemerataan dunia pendidikan di Tanah Air, dia rela membatalkan rencana untuk melanjutkan S-2 arsitekturnya di Lee Kuan Yew University, Singapura.

Hal itulah yang dilakukan oleh Ayu Shinta Pramadani (22), salah satu anggota pengajar muda Angkatan VI Indonesia Mengajar.

"Ada cinta baru di dunia pendidikan. Untuk itu, saya memutuskan ingin tumbuh bersama anak-anak di pelosok, saya ingin sebagai pendorong bagi kemajuan mereka dan melihat mereka menjadi orang-orang yang hebat dan luar biasa," kata Ayu, Selasa (11/6/2013).

Kecintaannya pada dunia pendidikan berawal dari kunjungan studinya saat masih kuliah ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Dia tersadar bahwa Indonesia kaya akan banyak potensi, tetapi kalah kualitas karena kurangnya perhatian pada bidang pendidikan.

"Saya sempat ke Singapura, Malaysia, dan Thailand, ternyata kita kaya potensi, tapi kalah kualitasnya karena masalahnya ada di dunia pendidikan. Saya memutuskan untuk turun langsung bertindak, bukan cuma berkata-kata," jelas lulusan arsitektur program Perencanaan Wilayah dan Kota dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta, ini.

Ayu yang sebentar lagi akan ditempatkan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, selama setahun ke depan ini mengatakan, selain untuk memajukan dunia pendidikan, alasannya ikut dalam gerakan Indonesia Mengajar adalah karena dia yakin bahwa dengan terjun ke pelosok negeri, dia akan menemukan sesuatu yang baru yang membuatnya akan banyak belajar.

"Setelah ikut pelatihan di Indonesia Mengajar, saya tersadar tujuan awal saya untuk mengajar dan menginspirasi akan terbalik karena saya yang justru akan banyak belajar lagi," ujarnya.

Untuk angkatan VI ini, Indonesia Mengajar akan menerjunkan 74 pengajar muda di 74 desa yang ada di sejumlah kabupaten yang telah dipilih. Angkatan VI akan menggantikan tugas angkatan IV yang bertugas selama setahun terakhir. Adapun sejumlah kabupaten itu adalah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Musi Banyuasin (Sumatera Selatan), Kabupaten Lebak (Banten), Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Pulau Bawean, Kabupaten Gresik (Jawa Timur), Kabupaten Bima (Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), Kabupaten Halmahera Selatan (Maluku Utara), Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Maluku), dan Kabupaten Fakfak (Papua Barat).

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Alsadad Rudi
Editor : Tri Wahono