Sabtu, 1 November 2014

News / Edukasi

Liburan Sekolah ala Sabang Merauke

Sabtu, 15 Juni 2013 | 12:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.COM — Berawal dari sebuah ide yang ingin direalisasikan, program Sabang Merauke, yang merupakan kepanjangan dari seribu anak bangsa merantau untuk kembali, akhirnya akan berlangsung pada 29 Juni-14 Juli mendatang.

Program yang telah dirancang sejak Oktober 2012 ini memiliki tujuan untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak mengenai nilai toleransi, nasionalisme, dan pentingnya pendidikan. Sejak dipromosikan melalui sosial media, radio, hingga bantuan dari relawan dan guru, tercatat ada 285 anak yang mendaftarkan diri.

"Program ini merupakan program pertukaran pelajar. Kami akan mengajak anak-anak yang telah diseleksi ketat untuk mendapatkan pengalaman baru selama dua minggu di Jakarta. Kegiatan ini sendiri mengangkat beberapa nilai penting, yaitu toleransi terhadap keberagaman, keindonesiaan untuk menanamkan nasionalisme, serta pentingnya pendidikan," kata Meiske Demitria Wahyu, Funding Manager Sabang Merauke, saat ditemui Kompas.com dalam acara penggalangan dana kegiatan Sabang Merauke di Annex Building, Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Meiske menjelaskan, untuk putaran pertama program Sabang Merauke, akan ada 10 anak yang telah terseleksi secara ketat untuk mengisi liburan mereka dengan belajar hal baru dan mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya toleransi terhadap perbedaan, keindonesiaan, dan pendidikan. Proses seleksi pun dilakukan ketat, mulai dari mengisi fomulir hingga mewawancarai calon peserta, orangtua, dan guru.

"Seleksi sendiri berlangsung selama satu bulan mulai dari 20 April hingga 20 Mei. Secara paralel, kami melakukan proses seleksi untuk memilih anak didik, keluarga asuh, dan kakak asuh. Untuk peserta didik sendiri, kami memang memilih anak-anak yang duduk di bangku sekolah menengah pertama. Semua biaya mereka dari berangkat, belajar, dan kembali ke daerah asal semua ditanggung oleh Sabang Merauke," kata Meiske.

Project Leader Putaran Pertama Sabang Merauke, Tidar Rachmadi, mengharapkan, setelah mereka usai mengikuti kegiatan ini, peserta didik sendiri akan kembali ke asalnya dan memulai sebuah perubahan.

"Kita tidak mengharapkan mereka akan melakukan hal yang langsung besar, tapi setidaknya selama dua minggu tersebut anak-anak akan belajar banyak hal dan itu akan tertanam di diri mereka sehingga akan memacu mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Rencananya kami berharap jumlah peserta akan terus bertambah tiap tahunnya," kata Tidar.

Tidar menjelaskan, selama dua minggu, mereka akan belajar mengenai sejumlah kurikulum, seperti dunia karier hingga seni dan budaya. Selain itu, mereka juga akan belajar dari keluarga asuh mereka. "Senin hingga Jumat mereka akan melakukan kegiatan belajar bersama kami, lalu pada akhir pekan mereka akan libur dan berkegiatan penuh dengan keluarga asuh. Nah, di sini diharapkan peserta akan belajar juga hal-hal baru," tambah Tidar.

Dalam acara penggalangan dana yang berlangsung hingga Sabtu, 15 Juni 2013, tim Sabang Merauke akan melelang sejumlah foto untuk nantinya uang hasil lelang tersebut digunakan untuk membiayai akomodasi sepuluh peserta didik terpilih selama berada di Jakarta.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Roderick Adrian Mozes
Editor : Caroline Damanik