Sabtu, 25 Maret 2017

Edukasi

Lebih Dari 9.000 Relawan Kerja Bakti di Festival Gerakan Indonesia Mengajar

Sabtu, 5 Oktober 2013 | 20:42 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Salah satu kegiatan dalam Festival Gerakan Indonesia Mengajar 2013, tampak para relawan sedang membuat surat semangat untuk pelajar-pelajar di daerah. Festival Gerakan Indonesia Mengajar diselenggarakan selama dua hari, mulai Sabtu (5/10/2013) hingga Minggu (6/10/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com
- Lebih dari 9.000 relawan melaksanakan kerja bakti di Festival Gerakan Indonesia Mengajar.

Koordinator Sosialisasi Festival Gerakan Indonesia Mengajar, Raissa Almanda, mengatakan jumlah itu baru terhitung dari jumlah para pendaftar melalui sistem online.

Sedangkan untuk mereka yang mendaftar on the spot hari ini, masih belum dapat diketahui pasti jumlahnya.

"Dapat dikatakan di festival hari pertama berjalan sukses dan semoga melebihi target," kata Raissa, di Ecovention Ancol, Jakarta, Sabtu (5/10/2013).

Target awal pendaftar relawan kerja bakti, yaitu sekitar 10 ribu di dua hari pelaksanaannya, Sabtu dan Minggu, 5-6 Oktober 2103, di Ecovention Hall, Ancol, Jakarta Utara.

Acara yang baru pertama kali diselenggarakan itu bertujuan untuk membantu dan berfungsi sebagai media pendukung para pengajar muda di daerah-daerah yang kesulitan fasilitas.

Raissa yang juga menjadi salah satu inspirator kelas inspirasi di Jakarta itu kemudian menjelaskan kalau di daerah, para pengajar muda sering terkendala dengan fasilitas atau media pengetahuan, seperti buku maupun alat tulis.

Sehingga, para siswa-siswi pun kesulitan untuk belajar. Oleh karena itu, melalui festival itu diharapkan dapat menjawab semua kebutuhan para pengajar muda, siswa, maupun guru-guru yang berada di daerah.

Raissa pun memiliki alasan tersendiri mengapa segala bantuan itu disalurkan langsung melalui sebuah festival, bukan hanya melalui kartu pos, rekening, maupun cara lainnya.

"Kita ingin mengajak orang-orang turun langsung ke festival ini, agar feelnya lebih dapat, lebih merasakan feel anak-anak di daerah, dan ternyata responsnya baik sekali," kata Raissa.

Para relawan kerja bakti, nantinya dapat mencoba seluruh wahana yang ada. Wahana-wahana itu antara lain Kotak Cakrawala, Surat Semangat, Kemas-Kemas Sains, Kartupedia, Kepingpedia, Sains Berdendang, Melodi Ceria, Video Profesi, Teater Dongeng, dan Aula Indonesia.

Para relawan tampak antusias mengikuti satu persatu wahana yang ada. Satu tujuannya untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita siswa-siswi di daerah yang pendidikannya masih tertinggal.

Setelah selama tiga tahun Indonesia Mengajar mengirim pengajar muda potensial, ternyata tak sedikit siswa-siswi yang berprestasi. Ada yang menjadi reporter cilik, mengikuti dan menjuarai Olimpiade, dan bakat-bakat lainnya.

Sayang apabila begitu banyak prestasi potensial, tapi belum mendapat dukungan cukup bagi mereka untuk berpretasi dan meraih cita-cita mereka.

Dengan demikian, Raissa berharap melalui pelaksanaan kegiatan tersebut dapat mendukung anak-anak lebih berprestasi dan mencintai dunia pendidikan.

Salah satu relawan, Julius (23) mengaku senang dapat menjadi salah satu bagian dari kemajuan pendidikan Indonesia. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Julius mengaku baru mengetahui kegiatan Indonesia Mengajar.

Melalui festival ini, Julius berharap tindakan kecilnya dapat membantu memenuhi kebutuhan para siswa di daerah. "Acaranya gokil dan inspiratif banget," kata Julius.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Tri Wahono