Senin, 16 Januari 2017

Edukasi

Wahana "Surat Semangat" hingga "Mendongeng" untuk Anak-Anak Indonesia

Senin, 7 Oktober 2013 | 08:30 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Salah satu wahana di Festival Gerakan Indonesia Mengajar 2013, Aula Indonesia. Festival Gerakan Indonesia Mengajar di Ecovention Hall, Ancol, Jakarta, diselenggarakan selama dua hari. Mulai dari Sabtu (5/10/2013) hingga Minggu (6/10/2013).
KOMPAS.com - Festival Gerakan Indonesia Mengajar yang dilaksanakan selama dua hari, mulai Sabtu (5/10/2013) hingga Minggu (6/10/2013) kemarin, sebetulnya bukan sebuah pameran, konferensi, seminar maupun workshop. Di festival ini, para relawan kerja bakti dapat mencoba sepuluh wahana untuk berbagi kepada para murid, guru, dan kepala sekolah SD di daerah-daerah.

Wahana-wahana itu terbilang unik. Hanya dengan membayar iuran sebesar Rp 45ribu, seorang relawan dapat mencoba semua wahana yang ada. Apabila sudah mendaftar secara online maupun di lokasi festival, relawan akan mendapatkan sebuah buku saku beserta aneka stiker beragam motif, mulai yang bergambar lilin, cinta, like, dan smile.

Begitu masuk area, seorang relawan akan terlebih dahulu masuk ke sebuah ruangan persegi dan gelap. Berisi sebuah layar LCD, ruangan ini dinamakan dengan Kelas Orientasi. Di kelas ini, pengunjung dipertontonkan sebuah video mengenai kegiatan Indonesia Mengajar. Setelah itu, para relawan kerja bakti dituntun untuk mengunjungi wahana pertama.

Kebetulan, saat Kompas.com mencoba, wahana pertama adalah Surat Semangat untuk siswa-siswi di 126 SD di 17 kabupaten. Di wahana ini, relawan bisa membagi motivasi melalui cerita inspiratif yang dituangkan dalam sepucuk surat. Sepucuk kisah dari para relawan dapat menjadi suntikan semangat bagi anak-anak dan para pejuang pendidikan di sana.

Koordinator Sosialisasi Festival Gerakan Indonesia Mengajar Raissa Almanda mengatakan, di surat semangat itu, Anda misalnya, sebagai relawan akan menulis nama Anda. Setelah itu, surat tersebut akan dikirim langsung kepada anak-anak yang menjadi siswa di 126 SD.

Selain Surat Semangat, ada juga wahana Surat Semangat khusus untuk para pendidik, guru, dan kepala sekolah.

"Nanti, kita juga akan mendapat surat balasan dari mereka di sana," kata Raissa kepada Kompas.com, Minggu (6/10/2013)

Setelah mengirim Surat Semangat, wahana lain yang menarik untuk dikunjungi adalah wahana Kotak Cakrawala. Kotak Cakrawala merupakan wahana memilih, mengemas, dan mengirim buku-buku untuk dikirimkan ke rumah belajar di seluruh penjuru nusantara.

Raissa menjelaskan, di wahana ini para relawan kerja bakti sendirilah yang akan mensortir dan mengemas buku. Buku-buku itu pun sudah didesain sesuai kebutuhan para Pengajar Muda dan siswa-siswi di SD daerah, seperti buku dasar pegangan guru, atlas, maupun kamus. Dalam satu minggu, sudah sebanyak 60 ribu buku terkumpul di Kotak Cakrawala ini.

"Nanti, di buku itu juga akan ditulis nama pengirimnya, yaitu nama kita. Bukan atas nama Indonesia Mengajar," ujar Raissa.

Semua usia

Festival Kegiatan Indonesia Mengajar ini merupakan festival yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Kegiatan ini mengajak orang-orang untuk bekerja bersama-sama, karena acara ini juga boleh diikuti oleh semua usia, mulai anak-anak kecil, yang masih menjadi pelajar di Sekolah Dasar hingga orang tua.

Di festival ini mereka bisa menyalurkan keinginannya melalui wahana-wahana tadi. Seperti pada wahana Sains Berdendang, misalnya. Di wahana ini, Anda sebagai relawan bisa berkreasi menggunakan lagu-lagu populer dan materi pelajaran untuk menceriakan kegiatan belajar di SD-SD dari Aceh sampai Papua.

Wahana lainnya adalah wahana Melodi Ceria. Di wahana ini, Anda dapat menyanyikan lagu anak dan lagu-lagu daerah untuk memperkaya khazanah budaya Nusantara.

Wahana berikutnya adalah wahana Video Profesi yang akan merekam cerita inspiratif tentang profesi yang Anda tekuni saat ini. Video Profesi ini akan menjadi referensi bagi cita-cita anak Indonesia.

Ada juga wahana yang diberi nama wahana Teater Dongeng. Di sini Anda dapat merekam dongeng dan cerita rakyat yang diperankan sendiri untuk ditonton bersama di desa-desa. Keempat wahana ini dilaksanakan di sebuah ruangan kedap suara. Hasil karya dari keempat wahana ini juga akan langsung dikirim ke 126 SD di 17 kabupaten di Indonesia.

Wahana lain yang juga menarik untuk dicoba adalah Kepingpedia. Di wahana ini, Anda akan memotong desain puzzle ilustrasi. Desainnya sudah disediakan dari pihak panitia. Anda hanya tinggal memotong sesuai desain yang ada, kemudian potongan-potongan itu akan dikirim ke siswa-siswi SD di daerah. Anak-anak daerah itu tinggal menggabungkan potongan-potongan puzzle tersebut sebagai salah satu akternatif belajar yang asyik dan menyenangkan.

Tak jauh berbeda dengan wahana Kepingpedia, adalah wahana Kemas-Kemas Sains. Di wahana ini, Anda juga akan memotong-motong dan mengemas alat peraga, seperti Kepingpedia. Bedanya, apabila di Kepingpedia memotong puzzle pengetahuan, pendekatan wahana Kemas-Kemas Sains lebih pada sains dan matematika. Wahana ini diyakini sebagai salah satu media alternatif belajar yang asyik, khususnya di pelajaran Sains.

Wahana lainnya adalah wahana Kartupedia. Raissa menjelaskan, di wahana ini, para relawan kerja bakti akan menulis definisi-definisi dari segala sesuatu. Misalnya, definisi dari radio, televisi, bendera, dan sebagainya.

"Nanti kita akan menulis definisinya di sebuah flashcard. Kita akan berbagi informasi kepada anak-anak di sana. Karena, di daerah itu masih sangat terbatas dalam hal teknologi. Flashcard ini sebagai pengganti Google," kata Raissa.

Adapun wahana terakhir adalah wahana Aula Sekolah. Di wahana ini, para relawan kerja bakti dapat berkumpul dan membaur bersama untuk bermain menjalin hubungan jejaring persaudaraan. Acara yang diselenggarakan di aula sekolah pun tak sedikit, mulai upacara bendera, pandai sigap, olimpiade permainan anak, senam gembira, dan sebagainya. Karena para relawan kerja bakti kebanyakan belum saling mengenal satu sama lain, kehadiran Aula Indonesia di festival ini menjadi ajang perkenalan para relawan.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Latief