Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Long March" 18 Hari Purwokerto-Jakarta, Anak Desa Kampanye Bisa Sekolah

Kompas.com, 28 Oktober 2013, 17:31 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Semangat juang anak-anak dari pelosok Kabupaten Purwokerto, Jawa Tengah, ini patut diacungi jempol. Selama 18 hari sejak 5 Oktober lalu, mereka melakukan long march dari kampungnya menuju Jakarta untuk mengkampanyekan anak desa bisa sekolah.

Kedatangan mereka disambut hangat pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), khususnya olegh Kepala Subbidang Pengelolaan Aspirasi Masyarakat Pusat Informasi dan Humas, Sigid Nurkusumo, di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Rabu (23/10/2013) lalu.

"Jalan kaki dari Purwokerto sebanyak 20 anak, malamnya tetap istirahat. Selama dalam perjalanan mereka belajar tentang kehutanan dan pertanian. Anak-anak ini dari pendidikan layanan khusus (PLK)," kata penanggung jawab Boarding School Mbangun Desa, Muhammad Adib, yang turut mendampingi.

"Saya ke Jakarta sekaligus untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda," kata salah seorang peserta dengan antusias.

Peserta long march itu PLK pendidikan menengah. Mereka berasal dari Kampung Pesawahan, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Purwokerto, Jawa Tengah. Turut bergabung dengan mereka, sebanyak 28 anak dari PLK pendidikan dasar, yang datang menyusul menggunakan kendaraan bus.

Adib, menjelaskan, kampung mereka berada di tengah-tengah hutan. Dia mengatakan, akses ke kampung mereka susah dan lokasi sekolah formal jauh.

"Persoalan lain mereka tidak sekolah karena tidak mampu dan tuntutan kerja dari orang tua," katanya.

Peraih Anugerah Peduli Pendidikan dari Kemdikbud tahun lalu ini mengatakan, konsep PLK di kampungnya adalah membangun desa. Jadi, kata dia, mereka belajar untuk menjadi kader di desanya.

"Kampung ini jadi laboratorium dan tempat mereka belajar praktik," katanya.

Adib menambahkan, di kampung mereka terdapat sebanyak 97 kepala keluarga dan 317 jiwa. Di antaranya terdapat sebanyak 26 anak usia sekolah yang tidak sekolah.

Selama berada di Jakarta mereka berencana mengunjungi sejumlah kantor kementerian dan kantor perbankan nasional. Mereka juga berharap dapat bertemu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani SBY di Istana bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2013) ini.

"Surat permohonannya sudah dikirimkan sebulan lalu. Kami mau bikin upacara kebangkitan anak-anak desa di Istana," pungkas Adib. (AGUNG SW/PIH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau