Mengajarkan Kenikmatan Belajar Halaman 2 - Kompas.com

Mengajarkan Kenikmatan Belajar

Hasanudin Abdurakhman
Kompas.com - 28/02/2016, 07:49 WIB
TRIBUN MEDAN / RISKI CAHYADI Para murid mengikuti proses belajar dipandu seorang guru di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jalan Yusuf Zaitun Dusun XVIII Percut, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (6/4/2015).

Hal penting yang saya rasakan ketika saya merenungkan kembali jalan yang ditempuh oleh Ayah dan Emak dalam mendidik saya adalah bahwa mereka tidak menetapkan tujuan apapun kepada saya. Tidak ada target, kamu harus jadi ini atau itu.

Mereka hanya mengajarkan cara hidup. Bahwa hidup harus diperjuangkan. Hidup harus tahu diri, di posisi mana kita berdiri dan bagaimana kita harus bersikap.

Boleh jadi karena mereka memang tidak tahu banyak soal dunia di luar urusan bertani kelapa, sehingga mereka tidak bisa menetapkan target.

Tapi apapun alasannya, bagi saya situasi itu adalah berkah. Cara seperti itulah yang sedang dan akan saya terapkan kepada anak-anak saya.

Di luar soal itu, satu hal ingin saya tekankan dalam mendidik anak, yaitu bahwa hidup adalah proses belajar. Hidup adalah belajar, sejak dari dalam ayunan hingga ke liang lahat.

Belajar tak mengenal kata tamat atau khatam. Karenanya menjadi penting untuk mencari tahu bagaimana cara menikmati proses belajar itu.

Adalah fakta bahwa belajar sering kali menjadi siksaan bagi anak-anak. Sejak usia dini anak-anak sering dipaksa menelan apa yang tak ingin mereka telan.

Berbagai jenis hafalan, mulai dari rumus matematika, struktur, istilah, nama tempat, nama orang, tanggal, dan banyak lagi. Juga kumpulan ayat dan doa.

Anak-anak tidak diajarkan untuk tahu dan paham. Mereka dipaksa untuk ingat. Sebuah proses yang dalam pengalaman saya sangat menyiksa.

Page:
EditorWisnubrata
Komentar


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM