134 Mahasiswa Raih Beasiswa Kuliah di Negara ASEAN - Kompas.com

134 Mahasiswa Raih Beasiswa Kuliah di Negara ASEAN

Kompas.com - 02/02/2017, 15:58 WIB
DOK SHARE Berdasarkan seleksi pendaftaran, 50 persen aplikasi beasiswa SHARE berasal dari negara-negara CLMV, yaitu Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam. Mayoritas pendaftarnya adalah perempuan.

JAKARTA, KOMPAS.com - EU Support to Higher Education in the ASEAN Region atau SHARE mengumumkan gelombang kedua penerimaan beasiswa tersebut. Dengan jumlah 134 mahasiswa S-1 dari 29 universitas di 8 negara anggota ASEAN, para pelajar ASEAN mendapatkan beasiswa penuh untuk belajar selama satu semester di negara ASEAN.

Tahun lalu 16 mahasiswa dari 8 negara ASEAN mempelopori penerimaan beasiswa SHARE tersebut. Mengikuti kesuksesan dari gelombang pertama itu, tahun ini SHARE kembali membuka pendaftaran kedua dan menerima lebih dari 300 aplikasi dari mahasiswa di ASEAN.

Berdasarkan seleksi, dari jumlah itu 50 persen aplikasi tercatat berasal dari negara-negara CLMV, yaitu Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam. Mayoritas pendaftarnya adalah perempuan.

"Setelah 16 mahasiwa dari gelombang pertama, pada gelombang kedua ini telah terpilih 134 mahasiwa. Ini adalah skema beasiswa intra-ASEAN dan sistem transfer kredit antar-institusi perguruan tinggi di ASEAN," ujar Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Fransisco Fontan, Rabu (1/2/2017).

Setelah gelombang pertama dan kedua itu selesai, SHARE juga akan membuka pendaftaran untuk dua gelombang lagi untuk periode 2017 dan 2018. Fontan mengatakan, beasiswa ini memberikan kesempatan besar bagi pelajar untuk mendapatkan pengalaman dan keahlian lebih dengan belajar di luar negeri.

Diluncurkan pada Mei 2015 lalu, SHARE merupakan program bantuan Uni Eropa senilai 10 juta Euro. Program ini diharapkan bisa memperkuat kerjasama regional antar-institusi perguruan tinggi dan mahasiswa di ASEAN, selain juga meningkatkan internasionalisasi pendidikan, daya saing dan kualitas membangun komunitas ASEAN.

Mulai tahun lalu program ini menyediakan 500 beasiswa bagi mahasiswa di ASEAN. Tujuannya untuk menguji sistem yang sudah ada dan disempurnakan dengan cara mendukung pertukaran mahasiswa dan pengakuan kredit di ASEAN.

"Saya sering bekerja sukarela di liburan musim panas, dan beasiswa ini membantu saya meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi dan berurusan dengan orang lain dan situasi yang berbeda-beda," timpal Htet Mon Thar dari Mandalay University, Myanmar. 

Thar adalah salah satu penerima beasiswa itu. Rencananya dia akan berangkat studi ke Phnom Penh International University di Kamboja.

Sementara itu, Deputi Sekertaris Jenderal Komunitas Sosial-Budaya ASEAN, Vongthep Arthakaivalvatee, mengatakan bahwa masa depan Komunitas ASEAN ada pada generasi mudanya. Merekalah yang akan menjadi pemimpin dan angkatan kerja di kawasan ini.

"Inilah kesempatan generasi muda untuk berkembang, menambah pengetahuan, berjejaring, dan pada akhirnya membuat mereka lebih menghargai kawasannya sendiri," ujar Vongthep.

Untuk pelaksanaan program beasiswa ini ASEAN memang bekerjasama dengan konsorsium institusi dari Eropa yang dipimpin oleh British Council dan terdiri dari DAAD, EP-Nuffic, Campus France, ENQA dan EUA. Kerjasama ini berjalan sejak 2015 sampai 2018 mendatang. EP-Nuffic menjadi organisasi yang bertanggung jawab dalam mengelola beasiswa tersebut.

"Saya berharap dengan studi selama satu semester di negara lain akan memperkaya pengalaman akademis para mahasiswa. Ini akan membuat mereka mengalami secara langsung keramahan, budaya, dan keanekaragaman ASEAN secara keseluruhan," tambah Vongthep.

Baca juga: Khusus S-1, Beasiswa ASEAN Gelombang Dua Dibuka 1 September!

EditorLatief
Komentar