Pilihan Orang Tua Tergantung "Brand" Positif Sekolah - Kompas.com

Pilihan Orang Tua Tergantung "Brand" Positif Sekolah

Kompas.com - 09/03/2017, 11:20 WIB
Kontributor Malang, Andi Hartik Sejumlah pelajar SMA Antartika Sidoarjo saat belajar sejarah musik di Museum Musik Indonesia, Kota Malang, Rabu (1/2/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini orang tua tak lagi canggung berselancar di internet, masuk ke situs-situs resmi sekolah untuk menggali banyak informasi. Pengaruh brand sekolah cukup kuat di internet.

"Preferensi orang tua dalam memilih sekolah untuk anaknya memang sangat dipengaruhi oleh brand atau citra positif dari aktivitas sekolah," ujar dosen London School of Public Relations (LSPR), Lestari Nurhajati, pada seminar sehari bertajuk School Branding Strategy yang digelar Universitas Darma Persada (Unsada) di Jakarta, Selasa (7/3/2017) lalu.

Lestari menambahkan, berdasarkan riset terhadap tren pada pendidikan tinggi, perangkat terpenting dalam pemasaran online itu adalah situs yang efektif dan intuitif.

"Di dalamnya ditegaskan brand utama dari sebuah institusi yang bersangkutan,'" katanya.

Di situs-situs tersebut, lanjut dia, biasanya diperkuat dengan sejumlah elemen pendukung lain pendukung, desain tampilan situs yang memikat dan konten yang menarik. Itulah yang menurut Lestari menjadi faktor penentu orang tua dalam memutuskan pilihannya terhadap sebuah sekolah.

"'Para orang tua sangat mempertimbangkan karakteristik sekolah yang tercermin lewat merek yang mendukung karakteristik tersebut. Inilah yang kemudian mendorong pemilihan sekolah bagi anak-anak mereka,'" ujarnya.

Praktisi public relations (PR), Anke Dwi Saputro, yang juga tampil juga sebagai pembicara, berpendapat serupa Lestari. Mengutip hasil riset terhadap perilaku siswa yang termuat di dalam International Journal of Education Management, Angke mengatakan bahwa sekitar 92 persen proses rekrutmen siswa baru itu berawal dari adanya aktivitas virtual, sementara 65 persen lainnya berasal dari tim pemasaran.

"Riset itu juga menunjukkan bahwa delapan jam dari hasil interaksi konten digital sangat mempengaruhi proses pemilihan sebuah sekolah," ujarnya.

Melek digital

Tentu, tak semua orang tua berburu sekolah hanya berbekal informasi dari situs internet. Setidaknya, website milik sekolah yang kaya konten bisa menjadi gerbang informasi yang dibutuhkan orang tua dalam menentukan pilihannya.

Namun, Lestari mengatakan, berkaitan dengan upaya membangun citra sebuah sekolah, ada sejumlah hal yang perlu diperkuat. Beberapa di antaranya adalah faktor trust (kepercayaan), quality (kualitas), perception (persepsi), identity (identitas), dan loyalty (loyalitas). '

"Di sini diperlukan juga penguatan terhadap "brand  positioning" yang menjadi nilai proposisi yang perlu disampaikan kepada calon siswa. Ini penting sekali," ujar Lestari.

Rektor Unsada, Dadang Solihin, yang hadir pada seminar mengatakan bahwa para pengelola sekolah sudah sepatutnya melek terhadap perkembangan dunia digital. Dia berharap hadirnya seminar ini akan bisa membuka cakrawala kepada para guru dan pelajar.

EditorLatief
Komentar