UGM dan Universitas Helsinki Gelar Seminar Bertema Resistensi Antibiotik di Lingkungan - Kompas.com

UGM dan Universitas Helsinki Gelar Seminar Bertema Resistensi Antibiotik di Lingkungan

Kompas.com - 15/05/2017, 22:27 WIB
Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan Universitas Helsinki, Finlandia menggelar seminar bertema Resistensi Antibiotik di Lingkungan khususnya di lingkungan-lingkungan yang terkena dampak dari limbah manusia dan peternakan. Seminar ini menghadirkan tiga pembicara utama, Ir. Subaryono MA, PhD., Kepala PSLH-UGM, Prof Widyastuti, perwakilan WHO di Indonesia, dan Prof Marko Virta, peneliti dari Universitas Helsinki.


JOGJAKARTA, Kompas.com - Ancaman resistensi antibiotik pada manusia kian nyata dan mengkhawatirkan. Di hari kesehatan dunia 2011, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa resistensi antibiotik telah menjadi ancaman global dan memerlukan usaha bersama untuk melawannya.

Memahami prevalensi patogen-resisten secara klinis dan juga keberadaan dan penyebaran dari gen resisten-antibiotik di lingkungan yang berbeda, sangat penting bagi kesehatan manusia dan hewan ternak karena gen-gen dari lingkungan dapat berpindah ke patogen manusia dan hewan.

Selain itu, perhatian kini juga tertuju pada rantai produksi makanan yang diduga memainkan peranan penting sebagai pembawa gen resisten-antibiotik mengingat penggunaan antibiotik pada produksi hewan.

Untuk itu, Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada ( UGM) bekerjasama dengan Universitas Helsinki, Finlandia menggelar seminar bertema Resistensi Antibiotik di Lingkungan khususnya di lingkungan-lingkungan yang terkena dampak dari limbah manusia dan peternakan. Seminar ini menghadirkan tiga pembicara utama, Ir. Subaryono MA, PhD., Kepala PSLH-UGM, Prof Widyastuti, perwakilan WHO di Indonesia, dan Prof Marko Virta, peneliti dari Universitas Helsinki.

“Seminar ini merupakan bagian dari proyek Resistensi Antibiotik di Indonesia yang dilakukan di Yogyakarta,” demikian dikatakan Ir. Subaryono MA, PhD., Kepala PSLH-UGM.
Ditambahkannya, seminar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang resistensi antibiotik melalui komunikasi dan edukasi publik pada komunitas yang lebih luas untuk menghindari kemunculan dan penyebaran resistensi antibiotik.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penggunaan antibiotik pada manusia dan hewan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik tersebut. Hal ini sangat penting untuk diketahui tidak hanya oleh dokter dan yang terlibat di bidang kesehatan saja tapi juga penting diketahui oleh masyarakat secara luas. Karenanya penelitian tentang gen resisten-antibiotik di lingkungan diperlukan untuk memprediksi kemunculan dan penyebaran patogen-patogen resisten yang mempengaruhi kesehatan manusia dan hewan ternak.

Prof. Marko Virta, peneliti dari University of Helsinki menambahkan, antibiotik telah merevolusi kesehatan manusia dan hewan dan juga menyelamatkan banyak nyawa, namun peningkatan resistensi mikroba terhadap antibiotik mengancam penggunaannya di masa depan dan kemungkinan untuk kembali ke masa pra-antibiotik akan terjadi.

“Hasil sejumlah penelitian menunjukan adanya korelasi kuat antara penggunaan antibiotik dan terjadinya resistensi antibiotik. Oleh karena itu, pentingnya dilakukan edukasi di dunia kesehatan dan masyarakat akan penggunaan antibiotik secara tepat,” demikian katanya.

Dalam seminar ini berlangsung acara peresmian kerjasama riset antara Prof Marko Virta grup dengan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH)-UGM dalam proyek “Resistensi Antibiotik di Indonesia” di Yogyakarta. Proyek ini akan menghasilkan data kuantitatif gen-gen resisten-antibiotik di lingkungan sungai khususnya yang terkena dampak dari limbah rumah sakit, urban perkotaan fasilitas produksi hewan, dan akuakultur.

Data tentang gen resisten-antibiotik nantinya akan digunakan untuk menganalisa risiko penyebaran gen resisten-antibiotik berkaitan dengan kesehatan publik dan lingkungan air. Setelah proyek ini peneliti-peneliti Indonesia diharapkan dapat memonitor resistensi antibiotik pada lingkungan.

Seminar ini gratis dan mengundang para pelajar, peneliti, pekerja kesehatan, dokter hewan, peternak, dan pegawai pemerintahan untuk berpartisipasi. Seminar ini diselenggarakan oleh PT AmonRa, PSLH-UGM dan Universitas Helsinki, dan disponsori oleh FinCEAL+ Asia, UniPID-Finnish University Partnership for International Development.

EditorTjahjo Sasongko

Komentar