Muhammadiyah Beli Lahan untuk Bangun Sekolah di Australia - Kompas.com

Muhammadiyah Beli Lahan untuk Bangun Sekolah di Australia

Kompas.com - 31/05/2017, 18:20 WIB
IST/Australia Plus Muhammad Edwars(kiri), ketua PCIM Australia Selandia Baru, setelah penandatanganan perjanjian jual beli lahan

MELBOURNE, KOMPAS.com - Muhammadiyah, salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, membeli lahan seluas 10 hektar di Narre Warren East di Melbourne, Australia.

Di lokasi ini akan dibangun sekolah bernama Muhammadiyah Australia Islamic School (MAIS) yang rencananya akan dibuka pada 2019.

Pembelian lahan tersebut secara resmi sudah dilakukan 25 Mei lalu, sehari sebelum Ramadhan dimulai, dengan penandatanganan akta jual beli yang dilakukan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCIM/PCIA) Australia Selandia Baru Muhammad Edwars.

Baca: Mengenal Sekolah Islam di Australia

“Proses pencarian tanah ini memakan waktu lebih dari 2 tahun karena ketatnya peraturan di Australia untuk tanah yang bisa dijadikan sekolah,” tutur Muhammad Edwars.

Edwars menambahkan, terkadang mereka sudah menemukan tanah yang memenuhi semua persyaratan dan berada dekat dengan komunitas Muslim di Melbourne tetapi harganya terlalu mahal.

Atau sebaliknya, mereka menemukan tanah yang harganya terjangkau, tetapi tidak memenuhi persyaratan untuk dijadikan sekolah.

Itulah sebabnya pembelian tanah ini merupakan tonggak sejarah yang sangat signifikan bagi warga Muhammadiyah yang sudah bekerja keras selama tiga tahun terakhir ini.

Dalam keterangannya kepada wartawan ABC Australia Plus Indonesia, Sastra Wijaya, Muhalim, salah seorang perngurus PCIM Melbourne menjelaskan proses yang akan dilakukan untuk mewujudkan sekolah Muhamadiyah ini adalah mengurus perizinan dari pemeirntah setempat.

"Kami akan melibatkan arsitek profesional dan juga ahli tata kota untuk membuat desain sekolah yang memperhatikan kebutuhan siswa-siswi untuk taman kanak-kanak (preparation) sampai dengan Kelas 12," kata Muhalim.

" Sekolah ini akan berwawasan lingkungan dan menjaga kebutuhan masyarakat sekitar dari segi akses jalan, pemakaian dan pembuangan air dan lainnya yang merupakan persyaratan untuk mendapatkan izin," katanya lagi.

Menurut Muhalim, proses mendapatkan izin pendirian sekolah ini akan memerlukan waktu sekitar 6 bulan.

"Setelah itu kami akan membangun fisik bangunan sekolah, pengembangan kurikulum dan perekrutan guru. Sekolah ini ditargetkan beroperasi bertepatan dengan tahun ajaran baru 2019," tambah Muhalim yang sekarang kuliah pasca-sarjana di Monash University.

Baca: "Faith Fashion Fussion", Mekarnya Tren Busana Muslim di Australia

Sekolah ini akan menjadi sekolah Muhammadiyah pertama di luar negeri untuk pendidikan formal dasar dan menengah. Mengapa memilih Australia?

" Australia dipilih karena kami melihat potensi sekaligus kebutuhan untuk sekolah Islam yang berkualitas," ujar Muhalim.

"Selama ini, Muhammadiyah telah dikenal sebagai organisasi Islam yang moderat dan telah menjalin kerjasama dengan pemerintah dan organisasi non-pemerintah Australia yang menjadikannya peluang untuk mengenalkan Islam yang damai dan berkemajuan di Australia," tambah Muhalim yang juga adalah Ketua Monash Indonesia Islamic Society.

Mengenai sasaran murid yang akan bersekolah di sana, Muhalim mengatakan, mereka akan mencoba merangkul seluruh umat Islam Melbourne terutama yang tinggal di bagian selatan kota ini.

"Jadi bukan hanya murid-murid asal Indonesia, tetapi juga dari negara lain," kata Muhalim lagi kepada wartawan ABC Sastra Wijaya.

Menurut Muhalim, salah satu ide dalalm pendirian sekolah Muhammadiyah di Melbourne ini adalah sekolah tersebut akan dijadikan "laboratory school".

"Maksudnya adalah bahwa sekolah ini akan menjadi pilot project untuk memadukan keunggulan sistem pendidikan Islam yang sudah diterapkan Muhammadiyah di ribuan sekolahnya di Indonesia dengan keunggulan sistem pendidikan Australia."

Baca: Peluang Mengenal Kehidupan Muslim di Australia

"Laboratory school juga membuka jalan bagi guru-guru Muhammadiyah Indonesia yang berprestasi untuk mempunyai pengalaman mengajar di Australia," tambahnya lagi.

Saat ini jumalah institusi pendidikan yang dikelola Muhammadiyah di Indonesia telah berjumlah 10.381 unit meliputi TK, SD, SMP, SMA, pondok pesantren, dan perguruan tinggi.

EditorErvan Hardoko
Komentar
Close Ads X