Lagu Anak Indonesia, Tanggungjawab Kita Bersama - Kompas.com

Lagu Anak Indonesia, Tanggungjawab Kita Bersama

Kontributor Jakarta, Herwinoto
Kompas.com - 20/07/2017, 20:36 WIB
Caecilia Hardiarini sedang membawakan workshop mencipta lagu dalam program Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (20/7/2017).Sujari Caecilia Hardiarini sedang membawakan workshop mencipta lagu dalam program Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (20/7/2017).

KOMPAS.com - Pernahkah mendengar anak-anak menyanyikan lagu anak saat ini? Kenyatan yang umum terjadi pada anak-anak masa kini, sebagai efek dari perkembangan teknologi informasi, paparan lagu dewasa pada mereka tidak dapat terhindarkan.

Mereka dapat mengakses berbagai suguhan lagu dewasa dari internet dengan gawai yang berada di sekitar mereka. Ditambah kenyataan bahwa koleksi lagu anak-anak yang pernah diciptakan di Indonesia semakin sedikit diputar di radio mau pun televisi.

Belum lagi kesibukan kita sebagai orangtua membuat kita tidak cukup waktu untuk sekadar meluangkan waktu bersama-sama menyanyikan lagu bersama anak-anak dengan materi yang sesuai dengan usia mereka.

Pada dasarnya anak-anak amat menyukai musik. Mereka membutuhkan musik karena mereka pendengar yang intensif dan senang bergerak. Lagu dengan dinamik dan tempo yang tepat akan segera membuat anak-anak jatuh cinta pada lagu tersebut dan menikmatinya sebagai musik mereka.

Karena sebab inilah, banyak lagu dewasa yang berirama rancak dan riang yang akan selalu menarik perhatian anak-anak.

Lagu menjadi salah satu sarana efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kepada publik, sehingga para pencipta lagu dapat menulis lirik lagu yang mengandung berbagai pesan.

Khusus untuk lagu anak-anak, ini berarti bahwa lagu dan lirik harus saling mendukung untuk meneruskan pesan-pesan positif pada anak-anak. Chicha Koeswoyo, mantan penyanyi cilik, menyatakan dukungannya terhadap program “Lagu untuk Anakku – Dendang Kencana 2017” yang diadakan Kompas Gramedia.

Proses penjurian lagu anak dalam lomba cipta lagu dalam program “Lagu Untuk Anakku – Dendang Kencana 2017” yang diadakan Kompas Gramedia.Dok Bentara Budaya Proses penjurian lagu anak dalam lomba cipta lagu dalam program “Lagu Untuk Anakku – Dendang Kencana 2017” yang diadakan Kompas Gramedia.
“Sudah menjadi tugas kita untuk membangkitkan kembali gairah lagu anak-anak di Indonesia agar mereka dapat menghargai nilai-nilai kehidupan sebagai generasi yang berakhlak,” terang Chicha di Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Salah satu acara dalam rangkaian program "Lagu untuk Anakku" adalah Lomba Cipta Lagu Anak yang diadakan khusus bagi para guru. Lomba ini sengaja diadakan untuk menambah pasokkan lagu anak yang baik, dengan sasaran para guru sebagai ujung tombak pendidikan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan atas partisipasi dari para guru yang dengan antusias mengikuti lomba ini. Kami mendapatkan kiriman 600an lagu anak baru dari seluruh pelosok Indonesia. Lomba akan ditutup dengan Penganugerahan 20 Lagu Anak Dendang Kencana 2017 pada tanggal 27 Juli 2017 di Bentara Budaya Jakarta,” jelas Paulina Dinartisti selaku Ketua Panitia Dendang Kencana 2017.

Lagu anak apakah yang mendatangkan kenangan indah bagi kita? Ya, kenangan indah sebagai anak-anak itulah yang menjadi tanggung jawab kita bersama melalui “Lagu untuk Anakku”.

PenulisKontributor Jakarta, Herwinoto
EditorAmir Sodikin
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM