Ketika Pegiat Sastra Asia Tenggara Silaturahim di Jakarta... - Kompas.com

Ketika Pegiat Sastra Asia Tenggara Silaturahim di Jakarta...

Aningtias Jatmika
Kompas.com - 11/09/2017, 17:11 WIB
Suminto A. Sayuti saat memberikan pemaparan tentang Teori dan Kritik Sastra loka dalam acara Seminar Antarbangsa Kesusastraan di Hotel Sari Pan Pasifik Jakarta, Senin (11/9/17)Aningtias Jatmika Suminto A. Sayuti saat memberikan pemaparan tentang Teori dan Kritik Sastra loka dalam acara Seminar Antarbangsa Kesusastraan di Hotel Sari Pan Pasifik Jakarta, Senin (11/9/17)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan pegiat sastra Asia Tengara ( ASEAN) yang tergabung dalam Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) berkumpul di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta.

Pada 2017, Indonesia melalui Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menjadi tuan rumah Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara (SAKAT) ke-13 yang berlangsung pada 11-12 September 2017.

Sejumlah pembicara hadir dalam seminar ini, seperti Suminto A. Sayuti, Maman S. Mahayana, dan Agus R Sarjono. Setelah acara seminar, selanjutnya Indonesia akan menjadi tuan rumah Sidang Ke-23 Mastera yang akan dilaksanakan pada tanggal 13—14 September 2017.

Mastera yang didirikan pada tahun 1995 ini merupakan majelis kerja sama negara Indonesia, Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand dalam bidang pengembangan dan pembinaan kesusastraan.

“Kerja sama dalam bidang kesusastraan ini cukup penting karena (bidang kesusastraan) dapat menjadi salah satu alat perekat kehidupan berbangsa di negara-negara ASEAN,” ujar Wakil Ketua Mastera Hurip Danu Ismadi dalam sambutannya, Senin (11/9/2017).

Hurip menjabarkan, melalui kegiatan itu dapat dilihat seberapa jauh teori dan kritik sastra loka telah berkembang dan diterima oleh masyarakat, baik yang ada di kawasan Asia Tenggara maupun di luar kawasan.

Selain menghadirkan sejumlah pemateri dari kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand, SAKAT juga diisi dengan materi yang disampaikan pegiat sastra dari China, Australia, dan Brazil.

Dijabarkan Hurip, program Kajian Sastra Lintas Budaya yang telah dilakukan Mastera sejak 2012 merupakan langkah baik untuk mempererat hubungan antar-bangsa di Asia Tenggara.

Program tersebut tidak sekadar pengkajian untuk sastra loka di negara masing-masing, tetapi juga merupakan sarana untuk menemukan benang merah dari kajian sastra di Asia Tenggara.

PenulisAningtias Jatmika
EditorSri Noviyanti
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM