Belajar Bisnis Sosial dari Profesional di Amerika Serikat - Kompas.com

Belajar Bisnis Sosial dari Profesional di Amerika Serikat

Kompas.com - 03/11/2017, 22:50 WIB
Beberapa orang yang mengikuti program YSEALI berfoto bersama. Sebanyak 31 fellow dari seluruh negara ASEAN dari ratusan pelamar terpilih untuk mengikuti program YSEALI Professional Fellow 2017 di Amerika Serikat. YSEALI yang merupakan kepanjangan dari Young Southeast Asian Leader?s Initiatives ini sudah memiliki jejaring anak muda yang sangat besar di seluruh dunia. Dok Annisa Hasanah Beberapa orang yang mengikuti program YSEALI berfoto bersama. Sebanyak 31 fellow dari seluruh negara ASEAN dari ratusan pelamar terpilih untuk mengikuti program YSEALI Professional Fellow 2017 di Amerika Serikat. YSEALI yang merupakan kepanjangan dari Young Southeast Asian Leader?s Initiatives ini sudah memiliki jejaring anak muda yang sangat besar di seluruh dunia.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebanyak 31 fellow dari seluruh negara ASEAN dari ratusan pelamar terpilih untuk mengikuti program YSEALI Professional Fellow 2017 di Amerika Serikat. Program tersebut berlangsung pada 10 Oktober - 16 November 2017.

Fellowship ini merupakan inisiatif dari Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama, yang ditujukan untuk para calon pemimpin muda di ASEAN.

YSEALI yang merupakan kepanjangan dari Young Southeast Asian Leader’s Initiatives yang sudah memiliki jejaring anak muda di seluruh dunia. Salah satu peserta fellowship, yaitu Annisa Hasanah, khusus menulis laporannya untuk Kompas.com.

Annisa mengatakan tujuan dari program fellowship ini adalah untuk mengasah kepemimpinan para professional muda yang menekuni bidangnya dan menguatkan pemahaman antara negara ASEAN dengan Amerika Serikat.

Fellow yang terpilih akan disebar ke seluruh penjuru Amerika Serikat, mendapatkan satu worksite sebagai tempat belajar selama 6 pekan.

Annisa Hasanah merupakan peserta yang berasal dari Bogor. Dia merupakan salah satu fellow yang terpilih untuk mengikuti program fully funded (bebas biaya) ini bersama lima fellow terpilih dari Indonesia, di antaranya ada Hijrah Saputra (Aceh), Muhammad Romdoni (Bandung), Vidya Spay (Solo), Nazar Malik (Makassar), dan Tisha Rumbewas (Jayapura).

Annisa merupakan seorang social entrepreneur, pembuat game, dan penulis buku yang terpilih sebagai YSEALI Fellow untuk mempelajari seluk beluk tentang bisnis sosial di Amerika Serikat. Ini merupakan kali pertama Annisa menginjakkan kaki ke Amerika Serikat, yang merupakan negara ke-32 yang telah ia kunjungi.

Annisa sendiri saat ini memiliki usaha sosial di bidang edukasi lingkungan dengan membuat produk board game bernama ECOFUNOPOLY.

Permainan ini sudah dipasarkan dalam berbagai tema lingkungan, sudah diterjemahkan dalam lima bahasa (Indonesia, Inggris, Jerman, Tagalog, dan Burma), dan telah meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional, di antaranya:1st Prize Winner Indonesia Sociopreneur Challenge, Winner YSEALI Future Seeds Grant, Kreativitaet im Studium Jerman, dan 1st Prize Winner United Nation Youth Volunteering Innovation Challenge di Thailand.

Annisa Hasanah, salah satu peserta program YSEALI, berfoto di kantor Deloitte. Sebanyak 31 fellow dari seluruh negara ASEAN dari ratusan pelamar terpilih untuk mengikuti program YSEALI Professional Fellow 2017 di Amerika Serikat. YSEALI yang merupakan kepanjangan dari Young Southeast Asian Leader?s Initiatives ini sudah memiliki jejaring anak muda yang sangat besar di seluruh dunia. Dok Annisa Hasanah Annisa Hasanah, salah satu peserta program YSEALI, berfoto di kantor Deloitte. Sebanyak 31 fellow dari seluruh negara ASEAN dari ratusan pelamar terpilih untuk mengikuti program YSEALI Professional Fellow 2017 di Amerika Serikat. YSEALI yang merupakan kepanjangan dari Young Southeast Asian Leader?s Initiatives ini sudah memiliki jejaring anak muda yang sangat besar di seluruh dunia.
Selain memelajari tentang bisnis sosial, Annisa berharap agar ia bisa mengenalkan game ECOFUNOPOLY ke masyarakat Amerika Serikat. Indonesia dan Amerika sendiri memiliki kesamaan dalam hal problematika lingkungan.

Menurut Economic Intelligent Unit, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai food waster di dunia, setelah Amerika Serikat. Masih banyak masyarakat khususnya generasi muda yang membutuhkan pendidikan lingkungan sehingga alat edukasi lingkungan menjadi potensi yang besar untuk kedua negara ini.

American Council International Education selaku organizer dari program YSEALI Professional Fellow menempatkan Annisa di Deloitte, kota Arlington, Virginia. Deloitte merupakan perusahaan konsultan bisnis dan penasihat pajak terbaik di dunia yang tergabung dalam the Big Four.

Annisa akan dibantu oleh konsultan ahli di Deloitte untuk mengembangkan usaha sosial agar lebih banyak memberikan dampak sosial bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini memiliki konsep experience based learning, sehingga seluruh fellow harus berinisiatif tinggi dan aktif selama proses belajar.

Selain itu, seluruh fellow akan diberikan host family, di mana fellow akan tinggal di rumah orang Amerika Serikat. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk merasakan kehidupan masyarakat Amerika Serikat yang sesungguhnya dan juga bertukar kebudayaan antara negara ASEAN dengan AS.

Program fellowship ini terdiri dari orientasi selama satu pekan di Washington DC, melakukan fellowship di worksite selama empat pekan, dan diakhiri dengan kongres selama satu pekan.

Selama masa orientasi, seluruh fellow mendapat undangan khusus ke Capitol Hill untuk menghadiri ceremonial assembly dalam rangka merayakan misi US Mission to ASEAN yang ke-40 tahun. 

EditorAmir Sodikin
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM