Hipka: Bandung Inspirasi Industri Kreatif Nasional - Kompas.com

Hipka: Bandung Inspirasi Industri Kreatif Nasional

Kompas.com - 13/11/2017, 11:47 WIB
Taman Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, dipenuhi warga untuk melepas penat saat akhir pekan, Minggu (11/1/2015). Revitalisasi bangunan serta mengaktifkan kegiatan-kegiatan berbasis seni dan budaya hingga industri kreatif akan lebih menghidupkan kawasan Kota Tua.KOMPAS / AGUS SUSANTO Taman Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, dipenuhi warga untuk melepas penat saat akhir pekan, Minggu (11/1/2015). Revitalisasi bangunan serta mengaktifkan kegiatan-kegiatan berbasis seni dan budaya hingga industri kreatif akan lebih menghidupkan kawasan Kota Tua.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan industri kreatif di Bandung, Jawa Barat dinilai meningkat setiap tahun, walaupun dirasakan belum maksimal. Pertumbuhan tersebut dicapai karena adanya dukungan sarana dari pemerintah setempat dengan membangunkan Pusat Pelaku Industri Kreatif (Bandung Creative Hub).

Sarana itu dinilai cukup menunjang kegiatan industri kreatif, karena antara lain memiliki fasilitas studio inovasi, studio fashion, studio ICT, studio foto, dan studio musik. Itu belum termasuk dengan makin beragamnya komunitas kreatif yang terus bermunculan dari tahun ke tahun.

"Padahal, Bandung bisa menjadi silicon valley-nya Indonesia, banyak dukungan untuk menuju ke arah itu," ujar Kamrussamad, Ketua BPP Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) pada Dialog Himpunan Pengusaha KAHMI Jawa Barat, Minggu (12/11/2017).

Kamrussamad mengatakan, gagasan perlunya orientasi kewirausahaan (entrepreneur orientied) yang ditanamkan pada generasi muda saat ini harus diapresiasi dan diperkuat. Apalagi khusus industri kreatif digital (IKD) di Indonesia, dia menilai, masih belum tinggi lantaran kinerja bisnis pelaku industrinya cenderung naik turun.

"Tantangan terbesarnya yang masih menjadi kendala industri ini adalah talent atau sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, orientasi kewirausahaan harus diperkuat. Kita (Indonesia) akan sangat banyak membutuhkan sumber daya manusia muda yang berkualitas dan kuat dari sisi kewirausahaan. Ini diperlukan untuk mendukung kesiapan menjalankan skenario pertumbuhan ekonomi tinggi menuju negara berpendapatan tinggi pada 2035," kata Kamrussamad.
 
Menurut dia, pada itulah PDB Indonesia juga ditargetkan menjadi keempat terbesar di dunia. Untuk itulah, Indonesia mutlak membutuhkan enterpreneur kuat dan berkualitas.
 
"Sehingga kami (Hipka) juga perlu melakukan reorientasi mental perjuangan, yakni dari political oriented menjadi entrepreneur oriented. Dari situ kita akan bisa menciptakan SDM yang tangguh dan mandiri sekaligus mampu mencetak lapangan pekerjaan. Ini penting agar kita bisa membangun kompetensi dan ekosistem yang mendukung kewirausahaan," kata Kamrussamad.

EditorLatief
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM