Bukan Cuma Guru, Orangtua Juga Berperan Mendidik Karakter Anak - Kompas.com

Bukan Cuma Guru, Orangtua Juga Berperan Mendidik Karakter Anak

Kurniasih Budi
Kompas.com - 12/12/2017, 07:02 WIB
Situasi sebuah kelas tingkat SDKOMPAS.com/HARIS PRAHARA Situasi sebuah kelas tingkat SD

KOMPAS.com - Pemerintah berupaya serius untuk merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi berbagai elemen dalam ekosistem pendidikan. Selain pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) juga menyasar kelompok masyarakat dan lingkungan keluarga sebagai pendidik utama dan pertama.

Peraturan Presiden (Perpres) nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo menaruh perhatian besar pada PPK. Sekira 70 persen pendidikan dasar, yakni jenjang SD dan SMP, harus bermuatan PPK. Bahkan, Presiden Jokowi berpandangan seharusnya PPK ditanamkan kepada anak sejak PAUD.

Pemerintah daerah sendiri berperan penting sebab bertanggung jawab menjamin terlaksananya penyelenggaraan PPK sesuai dengan kewenangannya serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam penyelenggaraan PPK.

Baca: Pendidikan Karakter dan Keteladanan Guru Jadi Tema Utama Hari Guru


Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter diharapkan bisa bersinergi dengan organisasi formal dan informal di sekitar sekolah.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, penerapan pendidikan karakter merupakan prioritas di setiap sekolah. Utamanya, ia melanjutkan, di tingkat SD dan SMP.

Sekolah, kata Muhadjir, bisa mengadaptasi kearifan lokal dalam membentuk karakter anak. Lingkungan di sekitar sekolah bisa menjadi sarana pengembangan diri anak.

Peran guru dalam Penguatan Pendidikan Karakter

Peran guru dalam PPK sangat penting karena guru menjadi teladan bagi anak didiknya. Fungsi guru tidak hanya sebagai pengajar melainkan juga pendidik.

Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, melainkan bisa mengamati setiap siswanya untuk mengetahui karakter masing-masing siswa. Kekurangan dan kelebihan tiap siswa mesti dipelajari karena setiap anak memiliki latar belakang keluarga yang berbeda.

Pentingnya peran guru dalam penerapan PPK, tentu mendapat perhatian dari Kemendikbud.

Sebelum terbitnya Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, Kemendikbud sudah melakukan pelatihan guru dalam penerapan program tersebut. Namun, pola pelatihan di satu daerah tidak bisa disamakan dengan daerah lain, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi di daerah tersebut.

Baca: Penguatan Pendidikan Karakter Tak Melulu Soal Akademis

Kepala Subdirektorat Perencanaan Kebutuhan Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Elvira mengatakan, guru mesti meneladai Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara.

Sebagai pendidik, Ki Hajar Dewantara mengutamakan empat pilar pendidikan karakter, yaitu olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga.

“Guru juga menjadi sosok yang memperlihatkan sisi kepemimpinan dalam memberikan batas-batas kepada siswanya, ini boleh, ini tidak boleh. Itulah keteladanan guru,” ujarnya.

Sejumlah anak PAUD Suryakasih menyanyikan lagu Kasih Ibu diiringi angklung dalam peluncuran lapiran berjudul ?Katalisasi Penghidupan Produktif: Panduan intervensi pendidikan melalui jalur akselerasi untuk skala besar dan dampak maksimal? yang ditulis  Asia Philantrophy Circle (APC) pada Selasa (5/12/2017) di Hotel Kempinski Jakarta. Aningtias Jatmika Sejumlah anak PAUD Suryakasih menyanyikan lagu Kasih Ibu diiringi angklung dalam peluncuran lapiran berjudul ?Katalisasi Penghidupan Produktif: Panduan intervensi pendidikan melalui jalur akselerasi untuk skala besar dan dampak maksimal? yang ditulis Asia Philantrophy Circle (APC) pada Selasa (5/12/2017) di Hotel Kempinski Jakarta.
Guru juga diharapkan menjadi sosok yang mampu membangkitkan sifat-sifat baik lainnya, seperti memiliki etos kerja, sportif, dan disiplin. Hal ini menjadi bagian dari penanaman karakter.

“Sebenarnya pendidikan karakter dari dulu sudah ada, tapi sekarang konsep itu harus menjadi pembiasaan baik dari kelas, budaya sekolah, dan lingkungan rumah, yaitu dari orangtua,” katanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKurniasih Budi
EditorKurniasih Budi
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM