IGI Jamin Sertifikat Pelatihannya Tak Bisa Dipalsukan - Kompas.com

IGI Jamin Sertifikat Pelatihannya Tak Bisa Dipalsukan

Kurniasih Budi
Kompas.com - 10/01/2018, 12:51 WIB
Ikatan Guru Indonesia (IGI)M LATIEF/KOMPAS.com Ikatan Guru Indonesia (IGI)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Guru Indonesia (IGI) tengah menyiapkan sistem informasi kepelatihan guru tingkat nasional. Rencana itu sejalan dengan cita-cita IGI untuk melatih satu juta guru sepanjang 2018.

Nantinya, setiap peserta pelatihan akan mendapat sertifikat atau piagam pelatihan IGI lengkap dengan nomor registrasi nasional peningkatan kompetensi guru (nomor ReNaS PKG).

"Nomor ReNaS PKG ini akan membuat siapapun yang pernah mengikuti kegiatan IGI akan mendapatkan sertifikat peserta yang nomornya teregistrasi secara nasional,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/1/2017).

Pemalsuan sertifikat seminar, workshop, pelatihan dan kegiatan IGI lainnya akan sulit dilakukan. Dinas pendidikan atau pihak lain yang ingin mengecek keabsahan dan validitas sertifikat atau piagam IGI dapat mengecek langsung ke sistem kepelatihan IGI.

Baca: Indonesia Masih Butuh Banyak Guru SMK

Pengurus Pusat IGI, Ramli melanjutkan, akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, utamanya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan untuk pelaksanaan pelatihan tersebut.

Dengan begitu, Kemendikbud nantinya menginformasikan kepada seluruh dinas pendidikan atau UPT pendidikan terkait keberadaan nomor ReNaS PKG.

Ia berharap, para guru dan pejabat dinas pendidikan di seluruh Indonesia dapat memastikan sertifikat atau piagam yang diterima oleh para penilai angka kredit sah atau asli dan bukan sertifikat palsu.

Menurut Ramli, semua sertifikat yang diterbitkan IGI akan memiliki nomor yang merupakan nomor registrasi nasional yang dipastikan tidak akan ganda.

Baca: Program Keahlian Ganda Butuh Praktik Mengajar Realistik

Dengan sistem itu, semua pelatihan yang diselenggarakan oleh IGI wajib dimasukkan ke dalam sistem kepelatihan IGI sehingga terhindar dari anggapan sertifikat atau piagam palsu.

“Sistem ini adalah komitmen IGI untuk mengupayakan peningkatan kompetensi guru yang memiliki intensitas tinggi, merata dan berkualitas tapi juga terjaga kredibilitasnya,” katanya.

Rencananya, sistem itu akan diperkenalkan dan mulai digunakan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IGI di Jakarta 10-11 Februari 2018.

"Sementara, seluruh kegiatan pelatihan IGI  tahun ini yang dilaksanakan mulai 1 Januari sudah bisa diinput dalam sistem kepelatihan ini saat diperkenalkan nantinya," ujarnya.

PenulisKurniasih Budi
EditorLatief
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM