KOMPAS.com - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengatakan perpustakaan tidak lagi harus dikunjungi tetapi mengunjungi.
"Perpustakaan juga harus melakukan pendampingan sehingga terjadi proses transfer knowledge," ujar Syarif Bando.
Syarif Bando sendiri mengatakan itu saat menjadi narasumber Seminar Membangun Budaya Literasi Melalui Transformasi Layanan Berbasis Inklusi Sosial dan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Pamekasan, Kamis, (17/10/2019).
Baca juga: Ungkap Kronologi Kasus Nastar Berjamur, Pemilik Clairmont: Kami Dapat Penawaran
Apa yang diutarakan Syarif Bunda memang sesuai dengan era saat ini, yakni menuntut perpustakaan untuk mampu me-manage knowledge.
Adapun terkait industri 4.0, Kepala Perpusnas Syarif Bando mengatakan kemampuan membaca sangat diperlukan untuk mengembangkan kemampuan leadership, kolaborasi, inovasi, dan kreativitas.
Untuk itu, Syarif Bando meminta masyarakat agar bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan membaca.
Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika
"Di handphone pun pengetahuan bisa diperoleh jika pintar menggunakan. Karena buku digital bisa mudah diperoleh lewat handphone," ucap Kepala Perpusnas.
Terkait literasi, Kepala Perpusnas menekankan literasi bukan sekedar tahu huruf, bisa mengeja, dan menyusun kata demi kata menjadi kalimat. Melainkan harus mampu menghasilkan ide atau gagasan baru.
Maka dari itu, ia berharap semua elemen, termasuk legislatif maupun eksekutif harus berjuang dan bersinergi.
Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Pamekasan Raja'e yang juga hadir dalam seminar tersebut menegaskan kemampuan membaca harus dimiliki setiap bangsa yang sedang berkembang.
"Tanpa pengetahuan mustahil tercipta peradaban," ucap Raja'e.
Perlu diketahui Provinsi Jawa Timur (Jatim) memiliki tidak kurang 26.000 perpustakaan dan 3.000 diantaranya adalah perpustakaan desa.
Baca juga: Alasan Orang-orang Datang untuk "Wisata Jokowi" hingga Sedot 1.500 Pengunjung Per Hari
Dengan jumlah tersebut, lalu apa yang bisa dioptimalkan perpustakaan desa terkait program inklusi sosial?.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur Abdul Hamid meminta masyarakat untuk memanfaatkan bahan bacaan.
"Kami punya program 30.000 eksemplar untuk tiap perpustakaan desa. Mayoritas adalah koleksi berbasis enterpreneur yang saat ini sedang digencarkan," terang Abdul Hamid.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas juga memberikan bantuan satu unit mobil perpustakaan keliling dan mengukuhkan Nayla Hasanah sebagai Bunda Literasi Kabupaten Pamekasan.
Bunda literasi yang juga istri dari Bupati Pamekasan dianggap sosok yang senang dengan membaca dan dunia literasi.
Salah satu terobosan yang dilakukannya adalah mengkolaborasikan program Posyandu, PKK, dan perpustakaan desa.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.