Peserta Dicoret, Kedapatan Curang Bawa Ponsel!
Ilustrasi: Di tengah ujian SNMPTN, dua peserta ada yang kedapatan berbuat curang di SMA Negeri 3 Medan. Mereka kedapatan membawa telepon seluler tidak sampai satu jam setelah ujian berlangsung.
Jumat, 3 Juli 2009 | 10:59 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Andy Riza Hidayat

MEDAN, KOMPAS.com — Panitia lokal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Negeri Medan menggugurkan peserta curang. Peserta ini kedapatan membawa telepon seluler berisi jawaban saat SNMPTN tersebut berlangsung.

”Pengawas memergoki dua peserta yang membawa telepon seluler, seorang di antaranya terbukti menerima jawaban soal. Seorang ini kami gugurkan sebagai peserta,” tutur Rektor Unimed Syawal Gultom, Kamis (2/7) di Medan.

Dua peserta itu kedapatan berbuat curang di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Medan. Mereka kedapatan membawa telepon seluler tidak sampai satu jam setelah ujian berlangsung.

”Mereka menyembunyikan telepon seluler di salah satu bagian pakaiannya,” katanya.

SMA 3 Medan merupakan salah satu titik ujian dari 30 titik lokasi yang ada. Saat dipergoki petugas, peserta sedang mengerjakan soal untuk pilihan Ilmu Pengetahuan Alam. Syawal menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada Kepolisian Sektor Medan Barat, Kota Medan.

Syawal meminta kepolisian melacak pengirim kunci jawaban kepada peserta. Pelacakan ini bisa dimulai dari nomor pengirim.

”Dari keterangan peserta, dia membeli dari seseorang,” katanya.

Kepala Polsek Medan Barat Ajun Komisaris Robertus Pandiangan tidak bisa dihubungi melalui telepon selulernya. Praktik kecurangan ini juga diakui oleh Ketua Panitia SNMPTN Unimed Selamat Triono. Menurut Selamat, kecurangan ini baru pertama di Unimed selama pelaksanaan seleksi.

Praktik kecurangan seperti ini juga terjadi pada tanggal 6 dan 7 Juni. Panitia memergoki lima peserta membawa telepon seluler di lokasi ujian. Seorang di antaranya berinisial AB dinyatakan gugur karena terbukti menerima jawaban soal. Akan tetapi, proses hukum terhadap praktik kecurangan ini tidak jelas sampai sekarang.

”Kami tidak pernah mendapat informasi mengenai hasil pemeriksaan kecurangan itu,” katanya. Petugas keamanan USU saat itu menyerahkan lima orang yang berbuat curang ini kepada Kepolisian Kota Besar Medan.

Sebanyak 57 perguruan tinggi negeri se-Indonesia menggelar ujian tulis SNMPTN. Seleksi ini merupakan satu dari sejumlah jalur yang disediakan masing-masing perguruan tinggi tahun ini secara serempak.



Sumber : KOMPAS

1
0
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
ex-swasta @ Jumat, 10 Juli 2009 | 09:42 WIB
kebiasaan pas UAN dibawa2 pas SNMPTN dasar anak2 skrg, maunya instan terus
dekurniawanz @ Jumat, 3 Juli 2009 | 11:15 WIB
hohoho..... snmptn ada yg ketahuan buat curang ya?? sayang sekali,, kebiasaan buruk ini belum dapat teratasi dengan baik. :)
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
356