Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Menunggu Hasil SBMPTN 2019, Lakukan 4 Hal Ini

KOMPAS.com – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 akan diadakan 10-24 Juni 2019 dan pengumuman hasil dipublikasikan pada 9 Juli 2019.

Itu artinya, peserta SBMPTN 2019 baru bisa mengetahui kelanjutan “nasib” mereka sekitar satu bulan lagi. Sambil menunggu hasil tersebut, para calon mahasiswa bisa melakukan berbagai kegiatan bermanfaat.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dikerjakan dalam sebulan ke depan:

1. Ikut kursus

Gunakan waktu selama satu bulan ini dengan mengikuti kursus singkat yang bisa menambah kemampuan dan keterampilan. Sesuaikan dengan minat dan bakat.

Siapa tahu melalui kursus ini nantinya bisa menggali kemampuan terpendam yang selama ini terabaikan dan belum pernah diasah lebih dalam, misal; kursus komputer atau perangkat elektronik, memasak, menjahit, kecantikan, dan otomotif.

Perhatikan jadwal kursus tersebut, jangan sampai mengganggu jadwal berkaitan SBMPTN.

Sesuaikan juga biaya penyelenggaraan kursus. Usahakan biayanya tidak melebihi kemampuan keuangan atau orang tua sehingga tidak menambah beban finansial pada saat peserta diterima SBMPTN atau harus mendaftar ke perguruan tinggi swasta.

2. Buat alternatif rencana

Waktu senggang dalam satu bulan ini bisa juga dipakai memikirkan berbagai rencana ke depan. Salah satunya mencari informasi tentang PTS sebagai alternatif melanjutkan studi.

Sebab, banyak PTS menyediakan pendidikan berkualitas tidak kalah dari PTN, termasuk prospek di dunia kerja nantinya.

Beberapa hal patut menjadi pertimbangan dalam memilih PTS yakni mengenai akreditasi, peringkat, biaya kuliahnya, kualitas lulusan, dan lokasi.

Calon mahasiswa pun bisa mencari informasi tambahan dari laman resmi masing-masing kampus yang menjadi incaran serta para mahasiswa atau alumni yang dikenal pernah kuliah di sana.

3. Bertemu teman dan kerabat

Manfaatkan kesempatan selama lebih kurang 30 hari nanti bertemu dan berkumpul dengan teman dan kerabat keluarga. Pastikan bahan pembicaraan bersama mereka tetap positif.

Cari informasi dan rekomendasi sebanyak-banyaknya dari mereka tentang kampus mana layak menjadi pilihan, baik PTN maupun PTS.

Usahakan juga bertukar pikiran mengenai pandangan masing-masing terhadap dunia pendidikan tinggi dan peluang kerja pada masa mendatang.

4. Santai sejenak

Calon mahasiswa telah mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019 dan mengurus berbagai macam keperluan untuk SBMPTN tahun ini. Tidak ada salahnya memanfaatkan waktu bersantai dahulu.

Ini merupakan cara yang patut diambil untuk menyegarkan pikiran dan menenangkan perasaan setelah repot dan stres menyiapkan bermacam hal terkait SBMPTN.

Beberapa aktivitas bisa dilakukan, misalnya; memperbanyak waktu istirahat, jalan-jalan bersama teman atau keluarga, membaca komik atau buku cerita, menonton film, dan kegiatan lain sesuai hobi.

Bisa juga merencanakan untuk berlibur ke luar kota dalam beberapa hari. Tidak perlu jauh-jauh, kunjungi daerah yang bisa didatangi hanya dalam satu atau dua jam perjalanan. Yang penting ada tujuan wisata menarik dan belum pernah dikunjungi, serta biaya tidak terlalu mahal.

Dengan begitu, calon mahasiswa bisa melupakan sejenak kepenatan dalam menyiapkan pendidikan di perguruan tinggi dan pikiran menjadi segar kembali.

https://edukasi.kompas.com/read/2019/06/06/09160321/menunggu-hasil-sbmptn-2019-lakukan-4-hal-ini

Terkini Lainnya

UNY Terapkan Kuliah Online bagi Mahasiswa Tingkat Atas, Dosen-Tendik WFH tiap Jumat
UNY Terapkan Kuliah Online bagi Mahasiswa Tingkat Atas, Dosen-Tendik WFH tiap Jumat
Edu
PPDS Unsrat 2026 Dibuka Tanggal 15 April, Ini Syarat, Jadwal dan Kuota Per Prodi
PPDS Unsrat 2026 Dibuka Tanggal 15 April, Ini Syarat, Jadwal dan Kuota Per Prodi
Edukasi
Kisah Rayhan, Anak Buruh Tani Lolos ITB Jalur SNBP 2026
Kisah Rayhan, Anak Buruh Tani Lolos ITB Jalur SNBP 2026
Edu
Kisah Raisa, Ortu Cerai dan Tak Bisa Biayai Sekolah, Kini Jadi Murid Sekolah Rakyat
Kisah Raisa, Ortu Cerai dan Tak Bisa Biayai Sekolah, Kini Jadi Murid Sekolah Rakyat
Edu
BRIN Bikin Sourdough Beras Merah Segreng Handayani dari Gunungkidul
BRIN Bikin Sourdough Beras Merah Segreng Handayani dari Gunungkidul
Edu
IPB Siap Gelar UTBK 2026, Cegah Kecurangan Sesuai Prosedur Nasional
IPB Siap Gelar UTBK 2026, Cegah Kecurangan Sesuai Prosedur Nasional
Edu
ITB Buka Prodi S2 Kecerdasan Sistem, Baru Dibuka 2026
ITB Buka Prodi S2 Kecerdasan Sistem, Baru Dibuka 2026
Edu
8 PTKIN yang Masuk 100 Kampus Terbaik Indonesia, Nomor 1 di Bandung
8 PTKIN yang Masuk 100 Kampus Terbaik Indonesia, Nomor 1 di Bandung
Edu
Djarum Beasiswa Plus 2026 bagi Mahasiswa D4/S1, Syarat IPK Minim 3,00
Djarum Beasiswa Plus 2026 bagi Mahasiswa D4/S1, Syarat IPK Minim 3,00
Edu
Undip Beri 1.850 Porsi 'MBG' Per Hari bagi Mahasiswa yang Membutuhkan, Anggaran Rp 6 Miliar Per Tahun
Undip Beri 1.850 Porsi "MBG" Per Hari bagi Mahasiswa yang Membutuhkan, Anggaran Rp 6 Miliar Per Tahun
Edu
Cerita Putri Siswi MAN 2 Kebumen yang Diterima di 3 Kampus China
Cerita Putri Siswi MAN 2 Kebumen yang Diterima di 3 Kampus China
Edukasi
Kapan Jalur PPKB UI 2026 Dibuka? Bisa Masuk Tanpa Tes Lagi
Kapan Jalur PPKB UI 2026 Dibuka? Bisa Masuk Tanpa Tes Lagi
Edu
SMA Kolese Gonzaga Adakan G-Reflex, Dorong Siswa Lebih Memaknai Proses Belajar
SMA Kolese Gonzaga Adakan G-Reflex, Dorong Siswa Lebih Memaknai Proses Belajar
Edu
Pengalaman Wamen Stella di Harvard: Jadi Tukang Bersih Toilet dan Berteman dengan Natalie Portman
Pengalaman Wamen Stella di Harvard: Jadi Tukang Bersih Toilet dan Berteman dengan Natalie Portman
Edu
Kedubes AS Pastikan Proses Visa Pelajar untuk Indonesia Makin Terbuka
Kedubes AS Pastikan Proses Visa Pelajar untuk Indonesia Makin Terbuka
Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com