Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Program "From Earth to Earth", Mahasiswa ISB Angkat Inovasi Benih Pohon dari Kertas

Workshop tersebut, merupakan salah satu bentuk implementasi dari "Zero Waste Movement" yang salah satu tujuannya untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Develpment Goals/SDGs).

Tresya Febrinasari Naue , supervisor kegiatan "From Earth to Earth" menyatakan, gagasan paper seeds ini diawali oleh mahasiswa iSB, Vieri dan Valeria. Mereka lalu membuat struktur organisasi untuk mengurus kepanitiaan dalam acara "From Earth to Earth" ini.

“Awal pembuatannya dilakukan pada saat libur semester perkuliahan, setelah sukses dari hasil percobannya. mereka membuat video tutorial yang ditampilkan di workshop," ungkap Tresya.

"Limbah kertas yang digunakan merupakan hasil dari pembuangan kertas iSB, selain itu peserta juga dipersilahkan membawa limbah kertas yang mereka miliki sendiri," tambahnya.

Ketua projek Paper Seed, Vieri Luois Cenisius menjelaskan, "From Earth to Earth" awalnya adalah sebuah projek CSR yang direncanakan hanya untuk tugas mata kuliah Management Themes and Case Studies.

Namun, dikarenakan program ini dapat diterapkan di I3L dan juga sejalan dengan waste management di I3L, maka program ini dilaksanakan.

“Alasan utama dipilihnya paper seeds sebagai bahan utama dalam projek ini adalah menumpuknya sampah kertas," jelas Vieri.

"Sebenarnya dapat kita daur ulang untuk menjadi pohon kembali dengan memanfaatkan kertas bekas untuk menjadi kertas baru dan bahkan ditanam kembali dengan menaruh bibit ke dalam kertas daur ulang tersebut," tambahnya.

Nama program "From Earth to Earth" atau "Dari Bumi Untuk Bumi" dinilai sesuai dengan projek paper seeds yakni kertas yang berasal dari pohon, akan didaur ulang untuk menjadi paper seeds dan dapat kita tanam untuk menjadi tumbuhan kembali.

"Dengan From Earth to Earth kita dapat membantu menginspirasi masyarakat dalam memanfaatkan limbah sampah kertas menjadi tumbuhan,tanaman atau pohon kembali," jelas Valeria.

Valeria Putri Ardanny, Wakil Ketua projek paper seed menjelaskan, projek ini akan berkelanjutan dan ini juga akan dibawa untuk jangkauan masyarakat lebih luas sehingga kegiatan ini tidak hanya dilakukan di wilayah I3L saja tetapi juga masyarakat luas.

“Projek ini akan tetap menggangkat workshop paper seeds, ataupun workshop lainnya seperti memanfaatkan kain bekas untuk dijadikan items lain ataupun kegiatan CSR lainnya yang bersifat berkelanjutan (sustainable) baik untuk manusia dan juga lingkungan," ujarnya.

"Projek From Earth to Earth akan dilakukan selanjutnya bersama dengan panti asuhan untuk melakukan workshop paper seeds," pungkas Valeria.

Vieri dan Valeria berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian program ISB dalam lingkup studi binsis, dibawah program keberlanjutan ISB , generasi-generasi selanjutnya akan mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.

Selain itu, di kemudian hari, semoga banyak partisipan yang antusias dalam mengikuti kegiatan ini serta berinisiatif untuk menyebarkan cara pembuatan paper seeds ini ke lingkungan di luar kampus agar masyarakat awam juga dapat mengetahui manfaat dari paper seeds ini yang berdampak positif terhadap lingkungan.

https://edukasi.kompas.com/read/2023/02/02/135925671/program-from-earth-to-earth-mahasiswa-isb-angkat-inovasi-benih-pohon-dari

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com