Namru-2 Terbuka Untuk Masyarakat Indonesia

Kompas.com - 25/04/2008, 22:34 WIB
Editor

JAKARTA, JUMAT - Naval Medical Research Unit No 2 atau biasa disebut Namru-2 terbuka untuk semua pengunjung yang berminat, baik para ilmuwan, dokter dari laboratorium milik pemerintah Indonesia, militer, maupun akademisi dari peguruan tinggi di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Namru-2 Trevor R Jones saat jumpa pers dengan wartawan pada acara kunjungan media ke labortorium Namru-2, di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (25/4). Menurut salah seorang staf peneliti Namru-2 yang tidak mau disebut namanya, laboratorium Namru-2 yang merupakn bagian dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia sering kali mengadakan kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia.

"Di sini terbuka bagi siapapun. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sering melakukan penelitian di sini. Mahasiswa UGM, UI, Atmajaya Jakarta, ITB dan hampir sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia pernah bekerjasama dengan Namru. Namru tidak pernah menolak siapapun yang ingin berkunjung ke sini, tapi tentu ada prosedurnya," tegasnya.

Menurut Evelyn, mahasiswa Bio Teknologi Universitas Atmajaya Jakarta yang tengah melakukan penelitian di laboratorium Namru-2 untuk menyelesaikan skripsinya, prosedur untuk mendapatkan izin penelitian di laboratorium Namru-2 tidaklah sulit. Ia cukup mengirimkan surat pengantar permohonan penelitian dari kampus. Selama tujuh bulan penelitian di laboratorium Namru-2, ia mengaku tidak pernah dipungut biaya sedikitpun.

"Selama penelitian di sini nggak dipungut biaya sedikitpun. Banyak peneliti Namru yang siap membantu penelitian kita. Prosedurnya juga nggak susah, cukup surat pengantar dari kampus," tegas Evelyn.

Dari sekitar 175 staf peneliti di Namru-2 hanya 19 orang staf peneliti yang berasal dari Amerika Serikat. Di laboratorium Namru-2 penelitian biomedis yang meneliti penyakit menular, penyakit malaria, penyakit akibat virus seperti demam berdarah, dan penyakit infeksi usus yang menyebabkan diare termasuk flu burung dilakukan.

Trevor R Jones menambahkan bahwa semua proyek Namru-2 dilakukan atas persetujuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X