Honda Prelude Bergaya Japan Domestic Market

Kompas.com - 01/12/2008, 05:39 WIB
Editor

Dari modifikasi ekstrem, Willy Cahyadi ingin beralih ke JDM (Japan Domestic Market). Mau tak mau Honda Prelude 1996 yang dipunyai harus berganti baju. Yang semula mengobrak-abrik mobil, kali ini semangatnya melibas jalanan metropolitan. Beruntung modifikasi sebelumnya menganut sistem kondom. "Biar fresh dan nggak bosan," katanya.

Sesuai alirannya, JDM yang wajib bisa dipakai harian, pembenahan dimulai dari bodi dengan mengusung produk Mugen. penggunakan peranti aerodinamika setinggi 8 cm ditujukan agar konsep modifikasi tidak melenceng dari JDM.

Tengok kap mesinnya. Willy tengah gandrung dengan model amuse (tuner yang berhuruf kecil) seharga Rp 6,5 juta. Pantas memang, karena motifnya saja sudah sangar, dilapisi serat karbon. Di sisi kiri dan kanan terdapat kisi-kisi angin untuk mendinginkan dapur pacu. Kap mesin bikinan amuse ini sudah dipakai pada Honda S2000 dan Nissan Skyline.

Kemudian lirik bibir bumper depan, juga bercorak serat karbon. Penambahan ini untuk menyelaraskan dengan side skirt standar yang tetap dipertahankan karena desainnya dinilai bisa mengimbangi.

Bumper depan dan belakang bekas modifikasi ekstrem dari bahan fiberglass dilepas dan kembali memakai standarnya. Untuk depan, pembuatan body kit dilakukan agar tampak harmonis.

Selain bumper dan bibir bumper depan, kesan JDM tampak pada velg. Merek Volk Racing Forged 18 inci yang dipilih dikeliri hitam. Aura kalau mobil ini bertenaga kencang dengan dikasih warna merah pada bibirnya. Diperekuat dengan sosok knalpot A'PEXI berdiameter 12 cm, bikin tongkrongan sedan dua kupe (dua pintu ini) kian gahar.

Willy tak ingin mobilnya sebuah sosok kamuflase. Jadi, tampilan yang sangar tapi tenaga loyo. Maka, dapur pacupun ikut disentuhnya. Di antaranya, kruk as dibalancing agar putaran mesin stabil. Kemudian saluran intake dan exhaust di porting dan polish agar saluran masuk bahan bakar dan gas buang lebih lancar. Lalu, sudut klep dibubut agar kompresi lebih padat serta reduksi bobot flywheel sekitar 0,5 kg agar putaran mesin lebih ringan.

Hasilnya, tenaga Prelude jadi galak. "Memang belum di dyno, tapi kenaiukannya sekitar 30% dibanding sebelumnya," bangga Willy. (Rahmat)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.