Tertarik Beasiswa Pertukaran Pelajar Ke AS, Jepang dan Eropa?

Kompas.com - 27/04/2009, 17:33 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Bina Antarbudaya cabang Jakarta kembali membuka pendaftaran program beasiswa pertukaran pelajar AFS, YES, dan JENESYS bagi siswa-siswi kelas 1 SMA/SMK/Aliyah/Sederajat ke AS, Jepang, Perancis, Jerman, Swiss, Italia, Belgia, Belanda, serta Norwegia.

Menurut Nisa, dari Bina Antarbudaya Jakarta, pengambilan formulir pendaftaran terakhir bagi ketiga program jatuh pada Kamis (30/4) dan harus dikembalikan pada tanggal 2 Mei 2009.

Nisa mengatakan, untuk program ini yayasan bekerja sama dengan AFS Intercultural Programs dan sudah dilaksanakan di Indonesia sejak 1956. Hingga saat ini, AFS telah melakukan pertukaran lebih dari 220.000 peserta program dari 54 negara di dunia.

"Program pertukaran pelajar ini diberikan kepada negara-negara yang memiliki keberagaman agama dan bertujuan untuk menciptakan saling pengertian dan persahabatan agar terwujud perdamaian dunia," ujar Nisa. "Hanya saja pembiayaannya masih bersifat parsial, yaitu pembuatan visa, asuransi, dan tiket pesawat akan ditanggung oleh peserta program," terang Nisa.

Lain halnya program YES atau Youth Exchange and Study. YES adalah program beasiswa penuh yang diberikan oleh masyarakat AS melalui AFS-USA. "Tujuannya sama yaitu untuk meningkatkan pemahaman antara masyarakat AS dengan masyarakat lain khususnya di negara-negara bermayoritas muslim," kata Nisa.

Umumnya, para pelajar peserta program YES banyak berasal dari dari Mesir, Indonesia, Malaysia, Filipina, Turki, India, Saudi Arabia, Ghana, serta Thailand. "Di sana mereka akan tinggal dengan keluarga, bersekolah, dan mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah maupun masyarakat di AS dan semua biaya ditanggung termasuk uang saku," tandas Nisa.  

Nisa menambahkan, program YES lebih menekankan pada pengembangan ketrampilan kepemimpinan (leadership skill) peserta. "Mereka diharapkan mampu menjadi duta yang bisa menjembatani pemahaman masyarakat Amerika untuk lebih mengenal Indonesia dan sebaliknya sehingga timbul persahabatan dan saling pengertian di antara kedua bangsa," tambah Nisa.

Bertukar Budaya Jepang
Ada satu beasiswa penuh lagi yang juga disiapkan oleh Yayasan Bina Antarbudaya. Namun bukan lagi ke AS atau Eropa, melainkan ke Jepang. Nama program tersebut adalah JENEYS atau The Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youths.

JENEYS adalah program persahabatan antara Jepang dan negara-negara di kawasan Asia Timur. Tujuannya untuk menciptakan dan memperdalam rasa saling pengertian di antara para remaja sebagai merupakan generasi penerus yang akan berperan penting di masa yang akan datang. "Sebetulnya tujuan inti dilaksanakannya ketiga program ini adalah untuk bisa saling bertukar budaya dan pemahamannya antara Indonesia dengan negara AS, Jepang, dan negara-negara di Eropa," kata Nisa.

Nisa menambahkan, program tersebut adalah atas inisiatif pemerintah Jepang yang mengundang para pemuda dari negara-negara ASEAN seperti Brunei Darussalam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Australia, Cina, India, Selandia Baru, serta Korea Selatan, untuk mengunjungi tempat dan kota yang terkait dengan sistem politik, ekonomi, sosial dan budaya Jepang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.