Museum Kretek Dilengkapi Waterboom

Kompas.com - 05/05/2009, 21:03 WIB

 

KUDUS, KOMPAS.com -  Museum kretek yang berlokasi di Desa Getas Pejaten Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, secara mengejutkan akan dilengkapi dengan waterboom dan dibiayai dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) 2009.

Museum yang konon satu-satunya di dunia, dibangun secara bertahap dengan peletakan batu pertama Gubernur Jawa Tengah pada 11 Desember 1984, diresmikan Menteri Dalam Negeri, Soepardjo Roestam 3 Oktober 1986, dengan biaya patungan dari Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) dengan pemerintah Kabupaten Kudus.

Padahal menurut anggota DPRD Kudus, Sururi Mujib, Selasa(5/5) pembangunan waterboom yang menggunakan dana DBH CHT pernah ditolak Dirjen Anggaran. "Ketika saya masih menjabat Ketua Komisi B DPRD Kudus, pernah berkoordinasi langsung dengan sejumlah pejabat yang menangani DBH CHT, termasuk Dirjen Anggaran dan memang tidak diperbolehkan, karena tidak sesuai peruntukannya. Setelah ditangani Komisi D ternyata diloloskan," tuturnya.

Ia menambahkan secara kelembagaan maupun pribadi, samasekali tidak setuju dengan pembangunan waterboom tersebut, karena sama sekali tidak terkait dengan museum kretek. Apalagi menyangkut kehidupan buruh dan industri rokok kretek.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Abdul Hamid, menyatakan tidak tahu menahu tentang pembangunan waterboom di museum kretek, termasuk renovasi museum kretek yang juga menggunakan DBH CHT 2008. "Saya baru menjabat sebagai kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata beberapa bulan terakhir. Jadi tinggal menerima saja,"  ujarnya.

Sedang rehabilitasi museum kretek dengan dana DBH CHT 2008 sebesar Rp 1 miliar juga ditengarai bermasalah. Terutama menyangkut pembangunan movie theatre (semacam bioskop mini) yang hanya mampu menampung maksimal 15 penonton dan 100 persen selesai.

Lalu pembangunan kios cenderamata yang hanya berukuran 2x 2 meter, pengadaan taman lalu lintas yang hanya dinikmati kalangan anak-anak. Lagi pula, penataan ruang museum juga amburadul. Tidak ada buku petunjuk, papan nama yang jelas, brosur , tidak ada pemandu, tidak ada areal parkir dan bahkan pengunjung harus copot sepatu atau alas kaki lainnya, keluh Muhtadi, salah seorang murid SMA dari Demak ketika pekan lalu bersama sejumlah teman berkunjung ke museum kretek.


Editor

Terkini Lainnya

Banyak Kekerasan terhadap Pers, AJI Bentuk Komite Keselamatan Jurnalis

Banyak Kekerasan terhadap Pers, AJI Bentuk Komite Keselamatan Jurnalis

Nasional
Kuasa Hukum Bantah Jokdri Mangkir dari Panggilan Satgas Antimafia Bola

Kuasa Hukum Bantah Jokdri Mangkir dari Panggilan Satgas Antimafia Bola

Megapolitan
Trump Puas Tuduhan Dirinya Berkonspirasi dengan Rusia Tak Terbukti

Trump Puas Tuduhan Dirinya Berkonspirasi dengan Rusia Tak Terbukti

Internasional
14 Panduan dan Tata Cara Naik MRT Jakarta

14 Panduan dan Tata Cara Naik MRT Jakarta

Megapolitan
Alasan Ma'ruf Amin Tak Kampanye Perdana Bersama Jokowi di Serang

Alasan Ma'ruf Amin Tak Kampanye Perdana Bersama Jokowi di Serang

Nasional
Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Ketua DPW PPP Jawa Timur

Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Ketua DPW PPP Jawa Timur

Nasional
Senin Pagi Gunung Merapi Keluarkan Tiga Kali Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Gendol

Senin Pagi Gunung Merapi Keluarkan Tiga Kali Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Gendol

Regional
BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

Megapolitan
Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Regional
Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Internasional
Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Megapolitan
Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Megapolitan
Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Regional
KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

Nasional
BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

Nasional


Close Ads X