Teliti Mi Instan Jagung, IPB Juara Tiga Dunia! - Kompas.com

Teliti Mi Instan Jagung, IPB Juara Tiga Dunia!

Kompas.com - 25/06/2009, 15:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Prestasi tim peneliti IPB sebagai juara ketiga di "Kompetisi Internasional dalam Pengembangan Teknologi Pangan' di Anaheim, Amerika Serikat, perlu mendapat perhatian lebih sebagai kontribusinya bagi perkembangan teknologi pangan di Indonesia.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Susana, STP, MSc, PD.Eng, Kepala Divisi Pusat Riset Nutrifood, di sela jumpa pers menyambut kemenangan tim IPB itu di Jakarta, Kamis (25/6). Susana mengatakan, kemenangan IPB tak lain karena bobot hasil penelitian mereka sangat sesuai tema kompetisi internasional yang diadakan oleh Institute of Food Technologist (IFT) Student Association pada 6 - 9 Juni lalu tersebut.

Tahun ini, kegiatan tahunan itu mengambil tema aplikasi dan teknologi pangan, serta pengembangan prokduk dan proses baru untuk meningkatkan kualitas kehidupan populasi di negara berkembang.

Menurut salah satu anggota tim, Kamalita Pertiwi, ide penelitian tim IPB berangkat dari tingginya angka kematian ibu hamil di Indonesia. Tim kemudian mengembangkan mi instan dari jagung instan yang dilengkapi dengan zat gizi mikro yang dibutuhkan selama masa kehamilan. 

Mie instan itu, lanjut Kamalita, dipilih berdasarkan diversifikasi pangan untuk menggantikan konsumsi beras. Biasanya, kata dia, mi instan yang banyak ditemui adalah yang terbuat dari gandum.

"Namun kami memilih mengembangkan jagung sebagai pilihan bahan dasar, sebab tingkat impor gandum sangat tinggi, sedangkan jagung bisa diproduksi sendiri di Indonesia," ujarnya.

"Selain pangan kami berharap penelitian ini juga bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan di bidang kesehatan masyarakat Indonesia," tambah Kamalita.

Tim peneliti IPB tersebut antara lain Galih Nugroho, Ari Try Purbayanto, Riza Aris Apriady, Kamalita Pertiwi, serta Catherine Haryasyah. Kelima anggota tim itu semuanya adalah mahasiswa S1 di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian.


Editor

Terkini Lainnya


Close Ads X