Waduh, Minat Pendaftar SNMPTN Terus Turun! - Kompas.com

Waduh, Minat Pendaftar SNMPTN Terus Turun!

Kompas.com - 29/06/2009, 17:31 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Minat pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Bandung dan sekitarnya terus menurun dari tahun ke tahun. Hampir tiap tahunnnya, formulir selalu tersisa.

Tahun 2009 ini, formulir di Panitia Lokal (Panlok) Bandung masih tersisa hingga 1.386 buah. Hingga hari penutupan pendaftaran jumlah formulir yang terbeli di Panlok SNMPTN Bandung sebanyak 26.411 buah.

Jumlah tersebut sudah termasuk 95 orang yang membeli secara manual di hari itu. Adapun formulir tersedia sebanyak 27.797 buah.

Pun, dari jumlah formulir terbeli itu tidak seluruhnya didaftarkan. Yang mendaftar hanya mencapai 25.378.

"Ada yang tidak mendaftar mungkin karena mereka sudah diterima di seleksi jalur mandiri sementara telanjur beli formulir," ujar Asep Gana Suganda, Sekretaris SNMPTN Panlok Bandung.

Asep mengakui, pendaftar SNMPTN di wilayahnya terus turun. Tahun lalu, formulir yang disediakan 30.500 buah, namun yang terjual hanya 28. 204. Pada 2007 lalu, kondisinya tidak jauh berbeda, pendaftarnya hanya mencapai 28.246 orang. Untuk itu, lanjut Asep, formulir yang disediakan tahun ini dikurangi.

Menurutnya, tren penurunan pendaftar SNMPTN di Bandung ini terjadi karena sejumlah hal. Pertama, dibukanya panlok-panlok SNMPTN lain di Jawa Barat. Kedua, karena para calon peserta kebanyakan sudah diterima di jalur mandiri yang diadakan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Siswa mungkin lebih realistis memilih masuk ke PTN melalui jalur khusus, kesempatan diterimanya lebih besar," ucap Bambang Hermanto, Bendahara SNMPTN Panlok Bandung.

Ditolak

Sementara itu, sebanyak 15 siswa yang telah mendaftar di Panlok Bandung tidak dapat mengikuti SNMPTN yang akan diadakan pada 1-2 Juli mendatang. Hal itu terjadi karena ketidaklengkapan berkas.

"Mereka ini tidak bisa menunjukkan bukti kelulusan UN," ucap Asep Gana.

Kelulusan UN, meskipun dari program kesetaraan Paket C, adalah syarat utama pendaftaran SNMPTN. Para siswa tersebut mayoritas berasal dari sekolah-sekolah yang tidak mengikuti UN, terutama Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Enam siswa sekolah ini bermasalah dalam pendaftaran.

"Tiap tahun siswa di sekolah ini bermasalah saat mendaftar, itu karena sekolah ini memang tidak ikut UN," ujar Jan Alex, Penanggung Jawab Bagian Pendaftaran SNMPTN Panlok Bandung.


Editor

Terkini Lainnya


Close Ads X