Pemerintah Harus Lebih Perhatikan Koperasi

Kompas.com - 10/07/2009, 11:17 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Koperasi harus mendapat perhatian serius dari pemerintah karena lembaga tersebut terbukti telah mampu menjadi penyelamat ekonomi bangsa saat dilanda krisis ekonomi.

"Koperasi selayaknya perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah karena sebagai gerakan ekonomi rakyat dan salah satu pilar ekonomi bangsa," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM dan Koperasi, Sandiaga S Uno di Jakarta, Jumat (10/7).
    
Ia mengatakan, ketika industri moderen bertumbangan saat dilanda krisis ekonomi 10 tahun lalu, koperasi masih tetap bertahan dan masih mampu memberikan layanan ekonomi dan sosial kepada para anggotanya sehingga mereka tetap mampu menjalankan roda ekonominya, baik aktivitas produksi maupun konsumsinya, dengan relatif baik. "Kelembagaan koperasi selama periode 2002-2007 mengalami perkembangan yang signifikan yaitu 6 persen," katanya.
    
Begitu pula dengan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 5,98 persen atau bertambah kurang lebih 21.000 orang dari sebelumnya 350.000 orang.

Oleh sebab itu, kata dia, bangsa ini harus belajar dari pengalaman dan sejarah masa lalu karena pihaknya yakin peranan dan kontribusi koperasi dalam membangun pertumbuhan ekonomi bangsa sangat besar.

Namun, katanya, pihaknya menyesalkan kurangnya perhatian semua pihak terhadap sektor ini karena dirasakan mereka cenderung tidak konsisten. Dengan demikian, tidak aneh jika kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) baru sekitar 1-2 persen.

Menurut dia, Kadin dan pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong dan berusaha membantu agar koperasi bisa berjalan sesuai harapan. Jangan sampai koperasi dibiarkan "mati suri" yang hanya menunggu bantuan penyaluran kredit dari pemerintah.

"Kita bergandengan tangan memajukan koperasi, tentunya koperasi yang konsisten dengan jati diri koperasi, bukan sekadar koperasi yang hanya mempunyai papan nama," katanya.

Sandiaga mengatakan, koperasi sebenarnya mempunyai potensi yang besar jika digarap secara maksimal karena keanggotaannya yang begitu besar. Kementerian Negara Koperasi dan UKM mencatat hingga 2006 sebanyak 27,7 juta orang di Indonesia adalah anggota koperasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.