Sampoerna Foundation: SMAN 10 Memang Beda Seleksinya!

Kompas.com - 21/07/2009, 14:10 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Sampoerna Foundation (SF) menyatakan ada kesalahpahaman informasi ihwal protes warga terkait seleksi masuk ke SMAN 10 Malang, Jawa Timur, seperti yang dilansir di Kompas.com, Selasa (21/7). 

Salah satu warga yang protes itu adalah Eny Hariati, warga Jalan Selat Sunda Sawojajar, yang memprotes adanya pilot project Sampoerna Foundation (SF) di SMAN 10. Begitu mengetahui putranya dinyatakan tersisih dari persaingan penerimaan siswa baru (PSB) secara online pada 4 Juli 2009 lalu, Eny langsung protes ke Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang.

”Coba kalau SMAN 10 tidak diberikan ke Sampoerna, pagu sekolah negeri pasti tidak berkurang, anak saya bakal masih punya harapan dalam PSB ini,” kata Eny ke Drs Sugiharto, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dindik Kota Malang saat itu.

Menanggapi hal itu, Direktur Komunikasi SF Sapto H. Sakti mengatakan, bahwa telah terjadi kesalahan informasi. Sapto menandaskan, bahwa tahun ini SMAN 10 memang tidak melakukan penyeleksian siswa baru dengan PSB seperti halnya di sekolah lain.

Mulai tahun ini, lanjut Sapto, telah digulirkan 'Program SMAN 10 (Sampoerna Academy)', yang merupakan kerja sama antara SMAN 10, SF, serta Pemerintah Daerah dan Departemen Pendidikan Nasional.

"Dari program itu kami menyeleksi dengan ketat para pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur dan telah terpilih sebanyak 150 siswa sebagai penerima beasiswa bersekolah di SMAN 10 Malang Sampoerna Academy di tahun ajaran baru ini," ujar Sapto, di Jakarta, Selasa (21/7).

Sapto menambahkan, program ini merupakan program Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional (SBI), berasrama, dan bebas biaya. Para siswa dibiayai sepenuhnya oleh SF dengan nilai beasiswa per tahun 5.000 dolar AS atau sekitar Rp50 juta per anak.

"Memang ada siswa dari kalangan ekonomi menengah ke atas, tetapi kuota yang kami berikan hanya 23 siswa saja, dan mereka memang punya prestasi akademis yang bagus serta lolos seleksi," ujar Sapto.

"Sekali lagi, Program SMAN 10 ini adalah program beasiswa bagi 150 siswa baru yang masuk tahun ini sebagai hasil seleksi ketat untuk menerima beasiswa sekolah gratis sampai kelas tiga nanti, sehingga memang beda seleksinya," ujarnya, menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.