Waduh... Kepsek Segel Sekolah, Siswa Belajar di Bekas Pasar

Kompas.com - 23/07/2009, 15:08 WIB
Editor

GORONTALO, KOMPAS.com — Gara-gara sekolahnya disegel oleh Ketua Yayasan, semua siswa di Madrasah Aliyah Miftahul Huda, Kabupaten Gorontalo Utara, terpaksa belajar di lokasi bekas pasar tradisional.

Sebanyak 64 siswa yang terdiri atas kelas I, II, dan III belajar hanya dengan fasilitas kursi dan papan tulis. Peralatan-peralatan itu dibawa sendiri oleh orangtua siswa.

Kepala Sekolah MA Miftahul Huda Mansur Yusuf mengungkapkan, penyegelan dilakukan karena Ketua Yayasan Irvan Mbuinga kesal dengan protes yang disampaikan oleh sejumlah guru dan siswa melalui media massa.

"Ada seorang oknum dari keluarga Ketua Yayasan yang memukul salah seorang siswa. Kami para guru memprotes hal itu dan itu membuatnya kesal hingga dewan guru disegel," ujarnya, Kamis (23/7).

Ketua Yayasan akhirnya memecat para guru dan tak mengizinkan siswa untuk belajar lagi di gedung sekolah tersebut sejak penyegelan yang terjadi tiga minggu lalu.

Tak hanya itu, kata dia, Ketua Yayasan juga melaporkan Kepala Sekolah dan Ketua OSIS kepada pihak kepolisian karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya.

"Ketua Yayasan marah karena kami juga mempertanyakan mengenai bantuan untuk siswa dari pemerintah pusat yang tidak jelas penggunaannya," kata Ketua OSIS Hais Pomanto.

Menurut dia, karena kesal dengan perlakuan Ketua Yayasan selama bersekolah di Miftahul Huda, para siswa justru jauh merasa nyaman belajar di bekas pasar tersebut.

"Dia kerap mengeluarkan kata-kata kasar kepada siswa dan arogan. Kami tak tahan selalu ditindas seperti itu," tutur Hais.

Sementara itu, Ketua Yayasan hingga kini belum berhasil ditemui, sedangkan instansi terkait belum merespons keluhan siswa, guru, dan orangtua siswa sekolah tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X