Data Genetika Komodo di Flores Sudah Ada

Kompas.com - 29/07/2009, 16:02 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Penelitian yang dilakukan Tim Peneliti Kajian DNA Molekuler Komodo Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sudah menghasilkan pemetaan genetika komodo di Indonesia. Kajian diversitas genetik telah dilakukan dengan 154 sampel darah komodo yang dikoleksi dari pulau Flores Utara, Flores Barat, Gili Montang, Nusa Kode, Rinca, dan Pulau Komodo.

"Hasil analisis menunjukkan bahwa populasi komodo hasil kajian sekuen kontrol DNA mitokondria terdapat 8 haplotipe. Haplotipe dapat diartikan secara sederhana sebagai model urutan sekuen DNA, kemudian kita beri nama haplotipe 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07, dan 08," ungkap M Syamsul Arifin Zein, salah satu peneliti komodo dari LIPI dalam e-mail ke Kompas.com.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa masing-masing lokasi mempunyai sebaran haplotipe yang berbeda. Pulau Komodo mempunyai 3 haplotipe (06, 07, dan 08), Pulau Rinca mempunyai 4 haplotipe (03, 04, 05, dan 08), Pulau Gili Montang mempunyai 1 haplotipe (04), Pulau Nusa Kode mempunyai 1 haplotipe (05), Flores Utara mempunyai 2 haplotipe (01 dan 02), dan Flores Barat mempunyai 3 haplotipe (01, 03, dan 04).

Hasil kajian ini menunjukkan bahwa populasi komodo di Pulau Komodo mempunyai haplotipe yang berbeda dengan populasi komodo di pulau lainnya, sedangkan populasi komodo di Flores Barat berhubungan erat dengan populasi di Gili Montang, Nusa Kode, dan Rinca.

"Walau demikian, ada haplotipe yang khas di Flores Barat dan Flores Utara, yaitu haplotipe 01 dan 02. Haplotipe ini tidak terdapat di daerah lainnya. Artinya haplotipe 01 dan 02 mempunyai peran penting di habitat alam dalam memperkaya keragaman genetik komodo dan harus diawasi dan dikonservasi di habitat aslinya," ujar Zein.

Selain itu diversitas genetik yang rendah ditunjukkan melalui populasi komodo di pulau Gili Montang dan Nusa Kode karena masing-masing hanya ada satu haplotipe. Boleh dikatakan, secara genetis, keadaan di dua daerah tersebut sudah kritis karena proses perkawinan dalam populasi yang hanya memiliki satu keragaman genetika berisiko menghasilkan keturunan yang berkualitas rendah.

Ini artinya pemetaan genetika komodo di Indonesia sudah dilakukan. Ke depan, tim peneliti LIPI bekerja sama dengan Universitas Florence Italia juga tengah melakukan analisis genetika dengan sampel lebih besar. Sebelumnya, Menteri Kehutanan MS Kaban beralasan bahwa pemindahan sepuluh komodo ke Bali dilakukan sementara untuk didata genetika komodo di Flores yang dilaporkan tinggal belasan ekor.

"Penyelamatan yang perlu dilakukan seharusnya meningkatkan program konservasi di alam untuk menjaga sumber daya genetika komodo di Pulau Flores. Komodo telah berhasil mempertahankan kehidupannya di habitat aslinya dan kewajiban kita sekarang adalah menjaga untuk tidak mengusik kehidupan komodo, menjaga habitatnya, menindak secara tegas siapa pun yang mengganggu kehidupannya yang lestari, dan menyediakan data yang cukup untuk mengembangkan habitat komodo agar komodo yang tersisa di habitat asli di Pulau Flores dapat dipertahankan," ucap Zein.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X