Arsip Masuk Desa, Solusi Problem DPT dan BLT

Kompas.com - 31/08/2009, 22:30 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekisruhan dalam pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan pendataan Daftar Pemilih Tetap (DPT) membuat pengurus arsip nasional berinisiatif mencanangakan program Arsip Masuk Desa (AMD).

"DPT dan BLT kisruh karena data kependudukanya tidak benar. Dan pastinya pengelolaan arsipnya juga tidak baik," kata Djoko Utomo, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), seusai pencanangan AMD oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung ANRI Jakarta, Senin (31/8).

Bahkan, menurut Djoko, ketidakberesan arsip mulai dari tingkat desa menjadi penyebab persoalan teroris belum terpecahkan sampai sekarang. "Arsip yang tidak beres memungkinkan satu orang bisa memegang dua identitas berbeda," ucapnya.

Program AMD merupakan sistem informasi pengelolaan arsip pedesaan, yang merupakan struktur pemerintahan paling bawah. Diharapkan AMD ini dapat menjadi tonggak tertibnya pengelolaan arsip pemerintahan di tingkat pedesaan. Meliputi arsip pertanahan, akte kelahiran, data kependudukan, penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Kita berharap Pemilu 2014 mendatang kita tidak lagi dipersoalkan dengan DPT yang tidak sesuai," ujar Djoko.

Untuk sampai ke sana, strategi yang ditempuh oleh ANRI adalah melakukan pelatihan kepada para kepala desa dan sekretaris desa. "Kita tingkatkan SDM-nya. Metodenya adalah melakukan training for trainers sehingga mereka bisa melatih sendiri nantinya. Program ini sampai 2014," tutur Djoko.

Ke depan ANRI, yang bekerja sama dengan Departemen Dalam Negeri untuk AMD ini, berharap dengan semakin baiknya sistem pengarsipan di pedesaan pada tahun 2014 maka pelayanan publik semakin ditingkatkan. Mulai dari desa bergerak ke lingkup yang lebih luas.

"Karena pedesaan adalah garda terdepan dalam pemerintahan," demikian Djoko Utomo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.