Sri Mulyani Didesak Mundur

Kompas.com - 06/09/2009, 13:27 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI, Natsir Mansyur, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menonaktifkan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga dijabat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pasalnya, Century, yang dinilai sebagai bank gagal, masih disuntikkan dana hingga Rp 4 triliun lebih.

"Lebih bagus Ketua KSSK yang juga dijabat oleh Menteri Keuangan harus dinonaktifkan dan hanya satu orang yang bisa, yaitu Pak Presiden," ujar anggota Komisi XI DPR, Natsir Mansyur, saat konferensi pers di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu (6/9).

Menurut Mansyur, dalam Perppu JPSK Pasal 1 angka 9 menyebutkan bahwa bank gagal adalah bank yang mengalami kesulitan keuangan dan membahayakan kelangsungan usahanya serta kondisinya sudah tidak dapat lagi disehatkan oleh Bank Indonesia sebagaimana kewenangan yang dimilikinya.

"Di situ sudah jelas, ada dua bank yang kinerjanya sangat jelek, bank Century dan bank IFI. Menteri sudah kecolongan bank IFI, tapi kok tetap mengucurkan Bank Century dengan dana yang besar. Itu sudah tindakan pidana," ungkapnya.

Ia menambahkan, kucuran dana yang diberikan pada bank Century tidak sesuai dengan tujuan penyehatan. Pada tanggal 20 November 2008, pemerintah mengucurkan Rp 632 miliar, hanya untuk menaikkan capital adequacy ratio (CAR) Bank Century.

"Semula disepakati Rp 632 miliar untuk menaikkan CAR Century dari negatif 3,53 persen naik menjadi delapan persen, tapi apa benar CAR-nya sekarang delapan persen, jangan-jangan hanya rekayasa," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.