Keberhasilan Sistem "e-Learning" Tergantung Pemerintah

Kompas.com - 23/10/2009, 12:29 WIB
Editorlatief

DEPOK, KOMPAS.com - Salah satu tantangan dunia pendidikan nasional adalah menyediakan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) bermutu, yang dapat dimanfaatkan secara merata di seluruh sekolah dan siswa tanpa terkendala tempat dan waktu.

Fasilitas pembelajaran yang bermutu, baik SDM maupun sumber materi pembelajaran, sangat berpengaruh besar pada kualitas anak didik. Hanya saja, sejauh ini fasilitas kebanyakan sekolah masih minim, kualitas SDM yang tersedia pun bervariasi, tidak merata.

Demikian hal itu dipaparkan oleh Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Heru Sutartanto saat membuka workshop "Pemanfaatan Portal Gratis Esfindo (E-School for Indonesia): Sistem e-Learning Sebagai Pendukung Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Menengah di Jabodetabek", di Balai Sidang UI, Depok, Jumat (23/10).

"Bisa disimpulkan bahwa saat ini tiga hal yang menjadi permasalahan bangsa adalah penyebaran SDM yang belum merata, tingkat partisipasi masuk perguruan tinggi yang masih rendah, serta pembangunan infrastruktur TIK yang masih timpang sehingga akses informasi masih terbatas," ujar Heru di hadapan ratusan guru TIK se-Jabotabek yang menjadi peserta workshop.

Terbukti, lanjut Heru, berdasarkan data statistik dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) tahun 2003 lalu, rata-rata partisipasi masuk perguruan tinggi masih sangat rendah, sekitar 12,8 %. Kualitas lulusan SMA di Indonesia pun tidak merata, karena rata-rata nilai tertinggi masih ditunjukkan oleh anak-anak didik yang berasal dari daerah perkotaan di Jawa, Sumatera, dan Bali.

"Dan untuk mengejar ketertinggalan itu pemerintah harus memperbesar kapasitas akses melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap dunia pendidikan di segala lini, baik dasar, menengah, dan tinggi," jelas Heru.

"Presiden pernah menjabarkan, bahwa pemerataan TIK di seluruh Indonesia diharapkan bisa terlaksana pada akhir 2012, itulah yang saya jadikan pegangan untuk mengedepankan sistem ini," lanjutnya. 

Sementara itu, menurut Rektor UI Gumilar R. Somantri dalam sambutannya mengatakan, bahwa upaya Fasilkom UI menghadirkan Esfindo merupakan upaya mendigitalisasi sistem pendidikan sebagai sistem yang bisa dimanfaatkan secara merata di seluruh Indonesia.

"Apalagi Mendiknas kita sekarang ini kan mantan orang nomor satu yang pernah membawahi TIK, semoga dia bisa cepat menangkap sinyal ini," ujar Gumilar, sambil tersenyum menyebut nama Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.