Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CIMB Niaga dan Depdiknas Berikan Beasiswa 40 Siswa Unggulan

Kompas.com - 05/11/2009, 17:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - CIMB Niaga dan Depdiknas serahkan sertifikat beasiswa bagi 40 lulusan SMA berprestasi namun kurang mampu secara finansial untuk melanjutkan studi Strata Satu di berbagai universitas negeri di tanah air.

PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melakukan penandatanganan dan penyerahan sertifikat Beasiswa Unggulan CIMB Niaga kepada 40 lulusan SMA berprestasi di Gedung Depdiknas, Jakarta, Kamis (5/11). Acara dihadiri oleh Direktur Compliance, Corporate Affairs, & Legal CIMB Niaga Lydia Wulan Tumbelaka dan Sekretaris Jenderal Pendidikan Depdiknas Prof. Dr. Dodi Nandika.

Menurut Lydia, program beasiswa ini diberikan sebagai bantuan pendidikan kepada lulusan SMA di seluruh Indonesia yang berprestasi namun kurang mampu dari sisi finansial untuk melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan di jenjang S-1 di berbagai universitas negeri di tanah air.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan memfokuskan bidang pendidikan dalam kegiatan Corporate Social Responsibility," ujar Lydia.

Lidya berharap, program CSR ini dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, karena para penerimanya merupakan lulusan SMA unggulan dari seluruh Indonesia. Seusai menyelesaikan pendidikan di tingkat universitas, lanjut dia, para penerima beasiswa pun berkesempatan mengikuti Program Pendidikan Eksekutif (PPE) sebagai salah satu syarat menjadi karyawan pimpinan CIMB Niaga.

Sementara itu, bagi Depdiknas yang telah menjalankan Program Beasiswa Unggulan sejak 2006 lalu ini, kerjasama ini merupakan bagian dari pengembangan program dan baru pertama kali dilaksanakan dengan institusi swasta.

"Sesuai arahan Mendiknas ke depan, kami akan melaksanakan program kerja yang mencakup empat pilar yaitu penyediaan sekolah yang layak, pendidikan yang terjangkau, pendidikan berkualitas, dan jaminan bagi para lulusan untuk mengembangkan keilmuan, mendapatkan pekerjaan sampai dengan menciptakan lapangan kerja," ujar Dodi.

Kerjasama dengan pihak swasta, kata Dodi, merupakan bagian dari usaha Pemerintah menciptakan sinergi yang bermanfaat untuk mendukung keempat pilar program kerja Depdiknas tersebut. Selain itu, kerjasama program beasiswa ini juga menjadi implementasi dari Permendiknas Nomor 20 Tahun 2009 tentang Beasiswa Unggulan.

"Untuk itu, kami menyambut baik upaya ini dan diharapkan bisa menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya," ucap Dodi.

Senada Dodi, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri menambahkan R. Agus Sartono berharap, di masa mendatang beasiswa tidak hanya terbatas untuk siswa yang akan melanjutkan studi ke jenjang S1, melainkan juga yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2 ataupun S3.

Selain itu, beasiswa juga diharapkan bisa diberikan kepada para siswa terbaik yang bercita-cita menjadi guru. "Karena dalam kurun waktu lima tahun ke depan akan ada sekitar 700.000 guru yang pensiun”, ujarnya.

Akses Pelajar Berprestasi

Adapun CIMB Niaga juga telah melaksanakan program beasiswa sejenis sejak 2006 lalu. Menurut Lidya, kerjasama kali ini adalah pengembangan program yang bermanfaat untuk memberikan akses kepada lebih banyak pelajar berprestasi.

Melalui kolaborasi program yang diluncurkan dengan nama “Program Beasiswa Unggulan-CIMB Niaga”, kerjasama kedua belah pihak ini telah dikukuhkan melalui penandatangan Nota Kesepakatan pada 11 Mei 2009 lalu di Depdiknas, yang disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional RI Bambang Sudibyo.

"Selain memiliki nilai akademis yang baik, para lulusan SMA yang mengikuti seleksi beasiswa unggulan ini juga memiliki prestasi gemilang di tingkat nasional dan internasional, baik itu di bidang sains, olah raga, seni, maupun sosial," tutur Lidya.

Rahmat Dwi Santoso, salah seorang siswa yang berhasil diterima di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), mengaku merespon positif program ini.

“Kami sangat gembira, karena selain tidak sulit membayar biaya pendidikan, kami juga memperoleh biaya hidup, biaya pengembangan diri, serta laptop untuk menunjang kegiatan belajar," ujar Rahmat, yang berharap dapat memberikan yang terbaik untuk mempertahankan prestasi melalui pencapaian nilai akademisnya.

”Kami sangat beruntung, karena program beasiswa ini termasuk juga kesempatan mengikuti Program Pendidikan Eksekutif. Jika lulus, berarti kami dapat langsung memperoleh pekerjaan," ujar Vivin Violita, penerima beasiswa lainnya, yang diterima di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jawa Timur.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com