Kreatif Manfaatkan Potensi yang ada, Itulah Wirausaha!

Kompas.com - 19/11/2009, 10:35 WIB
Editorlatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan pendidikan entrepreneurship atau kewirausahaan di sekolah jangan diartikan secara sempit, bahwa kewirausahaan semata hanya belajar berdagang.

Demikian hal itu diungkapkan oleh Antonius Tanan, Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) di Jakarta, Kamis (19/11), menyambut digelarnya konferensi nasional ”Membangun Masa Depan Sekolah Melalui Inovasi dan Entrepreneurship” di Bali sejak Rabu hingga Jumat (20/11).

Memang, lanjut Antonius, selain sulitnya mengubah pola pikir sebagian guru, kesalahan persepsi orangtua yang mengartikan kewirausahaan sebagai belajar berdagang pun merupakan kendala yang menghadang pelaksanaan pendidikan entrepreneurship atau kewirausahaan di sekolah.

”Pola pengajaran yang kreatif di dalam kelas itu adalah konsep kewirausahaan, jadi bukan semata soal ilmu dagang. Kreatifitas guru dalam mengajar dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada di kelas, itulah yang disebut konsep pendidikan kewirausahaan," ujar Antonius.

Menurutnya, pola mengajar guru yang text book sudah saatnya diubah. Jika selama ini guru menerangkan materi pelajaran dan memberikan pertanyaan kepada siswa, kini cara tersebut sudah semestinya dibalik.

"Tunjuk siswa untuk bertanya, di saat menyiapkan pertanyaan itulah kreatifitas siswa sedang bekerja, sebaliknya guru pun menjadi lebih kreatif karena harus menyiapkan jawabannya," ujarnya. 

Antonius mengatakan, langkah Departemen Pendidikan Nasional untuk mengembangkan pendidikan kewirausahaan mulai jenjang pendidikan dasar hingga menengah merupakan langkah besar yang harus diapresiasi dan didukung. Apalagi, pada akhir Januari 2010 mendatang, Depdiknas menargetkan kurikulum pendidikan kewirausahaan sudah selesai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hanya saja, memang, butuh effort yang besar untuk bisa menerapkan pendidikan kewirausahaan di Indonesia, khususnya pada pola ajar dan SDM guru yang akan melakukan transfer pengetahuan ini," tambahnya. 

Dia melanjutkan, untuk itulah, pendidikan kewirausahaan mesti diajarkan secara holistik, yang mencakup nilai-nilai dan keterampilan serta kreatifitas seorang wirausahawan.

"Mulai dari mind set, life skills, karakter, serta pengetahuan wirausaha itu sendiri harus dipersiapkan," ucap Antonius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.