Wuahhh... Tim Big Bang ITB Gondol Prestasi di Asia Pasifik! - Kompas.com

Wuahhh... Tim Big Bang ITB Gondol Prestasi di Asia Pasifik!

Kompas.com - 21/12/2009, 19:32 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Tim Big Bang dari jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih penghargaan Merit Awards (runner up) di dalam ajang bergengsi Asia Pasific Information and Communication Technology Alliance (APICTA) Awards 2009 di Australia, 15-17 Desember, lalu.

Tim Big Bang ITB yang beranggotakan empat mahasiswa angkatan 2006 Teknik Informatika ITB, yaitu David Samuel, Dody Dharma, Dominikus Damas Putranto, dan Inas Luthfi, itu meraih Merit Awards dalam kategori Tertiarry Student Project (tingkat perguruan tinggi). Tim tersebut membawakan karya MOSES ((Malaria Observation System and Endemic Surveillance) sebagai sebuah sistem dan konsep integral penanggulangan malaria berbasiskan telemedis (sistem medis dengan sentuhan teknologi informasi dan komunikasi).

Menurut Nanang T. Puspito, Staf Ahli Pengembangan Kegiatan Non-Kurikuler Kantor Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni ITB yang mendampingi mahasiswa di Australia, Tim Big Bang hanya kalah dari Tim Temasek Polytechnic Singapore dengan karya Smart Shop (belanja online) yang menjadi juara pada kategori Tertiarry Students.

Meski hanya menyabet gelar runner up, Dody Dharma yang ikut mewakili rekan-rekannya merasa puas atas prestasi itu. Sebab, jika dilihat faktor fasilitas dan dukungan pemerintah serta industri, tim asal Indonesia masih jauh tertinggal dari Singapura maupun Malaysia.

"Tetapi, alhamdullilah bisa naik podium," ujar Doddy ketika dihubungi, Senin (21/12/2009).

Menurut dia, tim dari dua negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, mendominasi APICTA Awards 2009. Bahkan, pada kategori profesional, Malaysia hampir menyapu bersih seluruh kategori.

"Di sana (Malaysia dan Singapura), pemerintahnya telah memiliki framework yang jelas soal pengembangan ICT (TIK). Kontingen Malaysia dan Singapura bahkan datang disponsori perusahaan dan dukungan penuh pemerintah. Kalau kami kan masih harus cari-cari sponsor, meskipun ada dukungan yang cukup baik dari Depkominfo," tuturnya.

Bagi Tim Big Bang sendiri, Merit Awards di APICTA 2009 merupakan sebuah penegasan forum internasional atas begitu berkualitasnya karya mereka. Sebelumnya, Tim Big Bang juga meraih penghargaan bergengsi, yaitu Windows Mobile Awards dalam event Imagine Cup 2009 di Cairo, Juli 2009 lalu.

158 peserta

APICTA Awards merupakan sebuah ajang pemberian awards yang sangat prestisius di tingkat Asia Pasifik. Ajang ini diikuti 158 peserta dari sejumlah negara yang antara lain adalah Malaysia, China, India, Hong Kong, Australia, Singapura, dan Korea.

Di kelompok pelajar, selain dari ITB, ada tiga lainnya dari Indonesia yang berhasil meraih hasil maksimal Merit Awards. Mereka adalah Erik Taurino Chandra dan kawan-kawannya dari Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan karya MLM for The Blind (media baca elektronik untuk tunanetra) pada kategori Tertiarry Stundents. Sementara pada kategori Secondary Students, muncul nama Fauzan Sudaryanto dengan temuan program kamus tradisional online dan Jonathan Christopher dengan inovasi pengunci komputer.  

"Merit awards diberikan untuk tim yang telah mencapai nilai minimal 90 persen dari yang juara. Makanya, bisa jadi yang mendapatkannya lebih dari satu," tutur Doddy kemudian.

Pada kategori Tertiarry Student Project, ada tiga tim yang meraih Merit Awards. Dua disabet Indonesia. Berbeda dengan kelompok pelajar, Indonesia gagal unjuk prestasi di kelompok industri. Tahun depan, APICTA Awards akan digelar di Malaysia.


Editorlatief

Terkini Lainnya


Close Ads X