Hasil "Try Out" UN Jeblok, Soal Terlalu Sulit?

Kompas.com - 05/02/2010, 10:43 WIB
Editorlatief

SURABAYA, KOMPAS.com — Dari tahun ke tahun, hasil try out ujian nasional (UN) di Surabaya selalu jeblok. Alasan yang dilontarkan pihak Dinas Pendidikan (Dindik) dan sekolah sama, soal-soal yang dibuat terlalu sulit.

Sebanyak 74 persen dari seluruh siswa kelas XII SMA se-Surabaya tidak lulus try out UN yang digelar pada 18 Januari 2010. Sebanyak 13.907 (dari 18.590) siswa tidak lulus. Mereka tersebar hampir di semua sekolah, kecuali sekolah favorit. Bahkan, ada sekolah yang angka ketidaklulusannya 100 persen.

Pada jenjang SMA IPA, dari 9.634 peserta (dari 122 SMA negeri dan swasta), 6.868 atau 71,29 persen tak lulus. Di madrasah aliyah (MA) IPA, dari 79 siswa hanya 1 yang lulus (98,73 persen gagal). Untuk SMA jurusan IPS, dari 8.418 yang tak lulus mencapai 6.561 siswa (77,94 persen), sedangkan di MA bidang IPS, dari 266 siswa yang lulus hanya 2 orang.

Jebloknya hasil uji coba tersebut juga terjadi pada SMA jurusan Bahasa. Ketidaklulusan mencapai 70,47 persen, yaitu dari 193 siswa peserta uji coba yang tidak lulus mencapai 136 siswa.

Menurut Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Surabaya Suharyono, jebloknya nilai try out itu bisa terjadi karena siswa kurang berpikir dalam mengerjakan soal atau soalnya yang memang sulit. Namun, mantan kasek SMAN 5 itu mengakui soal memang sengaja dibuat sulit karena untuk menjembatani tes masuk PTN.

"Penetapan bobot soal itu disepakati dalam pertemuan bersama antara MKKS dan guru mata pelajaran yang diserahi membuat soal try out," tuturnya, Kamis (4/2/2010).

Dia mengatakan, angka ketidaklulusan try out untuk SMA negeri masih dianggap wajar. Sebagai contoh, sekolah favorit seperti SMAN 5 IPA, misalnya, ketidaklulusannya hanya sekitar 11 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala SMA Ta’ Miriyah (dari penunjukan yayasan lama) Munif Munsyarif mengakui hasil uji coba siswanya buruk. "Hasil yang kami terima langsung kami serahkan kepada wali kelas dan wali murid supaya jadi bahan evaluasi dan motivasi," tuturnya.

Kadindik Surabaya Sahudi juga menyatakan, jebloknya hasil uji coba kali ini masih wajar. "Hasil try out tidak bisa dijadikan patokan atau ukuran untuk UN karena bobot soal memang sengaja dibuat lebih sulit," ujar mantan Kasek SMAN 15 itu.

Sementara itu, Dewan Pendidikan Surabaya meminta Dindik dan sekolah tidak menggunakan alasan konvensional ketika hasil try out jeblok. "Kalau alasan soal dipersulit saya tidak setuju karena soal seharusnya sesuai kisi-kisi. Apa gunanya buat soal kalau tidak sesuai," ujar Soedarmadi, Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, yang berharap hasil try out ini menjadi bahan instrospeksi. (rey)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.