Pemerintah Siapkan Insentif Khusus Sekolah Inklusi

Kompas.com - 02/03/2010, 10:10 WIB
Editorlatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan memberikan insentif khusus bagi sekolah umum yang bersedia menerima dan mendidik anak berkebutuhan khusus (ABK). Peran sekolah umum diperlukan, karena kebutuhan anak dengan kebutuhan khusus tidak bisa dipenuhi hanya oleh sekolah luar biasa.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengemukakan, insentif khusus itu diharapkan bisa digunakan untuk pemberian pelatihan-pelatihan mengenai cara menangani anak dengan kebutuhan khusus kepada guru-guru.

"Yang harus disadari adalah anak dengan kebutuhan khusus itu bukan hanya tanggung jawab orangtua, melainkan kita," kata Fasli, Senin (1/3/2010) di Jakarta.

Menurut data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Indonesia Centre for Autism Resource and Expertise (Indocare), sekitar 80 persen penderita gejala itu adalah anak laki-laki.

Selain memberi insentif khusus, Kemendiknas kini juga tengah memperbaiki sistem pelatihan guru agar guru memiliki kemampuan untuk menangani anak berkebutuhan khusus. Salah satu caranya dengan memberi pengetahuan baru seputar anak berkebutuhan khusus, salah satunya mengenai autisme.

Bahkan, Fasli menilai, konsep pendidikan inklusi sudah seharusnya menjadi bagian penting dari sistem pelatihan guru. "Hanya, memang pelatihan-pelatihan untuk guru seperti ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit," kata Fasli.

Pelatihan untuk guru ini tidak terbatas pada guru di sekolah luar biasa (SLB), tetapi juga guru sekolah umum yang memiliki tugas mengajar mata pelajaran lain untuk semua anak. Melalui cara ini, masyarakat pada umumnya diharapkan akan memahami dunia anak berkebutuhan khusus. Sekolah umum diharapkan bisa lebih siap dan terbuka menerima dan mendidik anak berkebutuhan khusus.

"Jumlah anak dengan kebutuhan khusus yang memasuki usia sekolah terus meningkat. Seharusnya mereka bisa menempuh pendidikan di sekolah umum, tetapi terhambat oleh keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan sekolah umum," kata Juny Gunawan, pimpinan di Yayasan INDO. (LUK)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.