Jaga Perasaan, Hindarilah Konvoi

Kompas.com - 26/04/2010, 09:53 WIB
Editoryuli

MALANG, KOMPAS.com — Kebiasan hura-hura setelah pengumuman kelulusan ujian nasional dilarang di Kota Malang, Jawa Timur. Alasannya tidak sekadar akan mengganggu pengguna jalan, tetapi juga demi menjaga perasaan mereka yang tak lulus UN.

"Saya menginstruksikan agar semua siswa-siswi SMA dan yang sederajat tidak konvoi karena akan mengganggu pengguna jalan lainnya," kata Wali Kota Malang Peni Suparto, Senin (26/4/2010).

Peni Suparto menyerukan pula, "Hargailah dan hormatilah perasaan siswa yang tidak lulus pada UN utama ini. Mereka juga masih punya kesempatan untuk mengulang UN. Namun, tolong konvoi kendaraan bermotor yang kebut-kebutan di jalan itu dihindari."

Ia menyarankan, daripada konvoi tak teratur, lebih baik pawai sepeda motor hias dengan lampu dan acaranya digelar malam hari agar menjadi hiburan bagi masyarakat.

Pada pengumuman hari ini, dari 5.484 siswa peserta UN SMA dan MA di Kota Malang, yang tidak lulus sebanyak 315 siswa. Adapun dari total peserta UN SMK yang tidak lulus mencapai 1.422 siswa.   

Dari 10 SMAN di Kota Malang, hanya dua SMAN yang siswanya lulus 100 persen, yakni SMAN 1 dan SMAN 10. Adapun SMA swasta yang siswanya lulus 100 persen adalah SMAK Santa Maria, SMAK Santo Yusuf, SMA Muhammadiyah I dan III, SMA Kertanegara, dan SMA Darul Ulum.

Sementara untuk SMK, satu-satunya yang bisa meluluskan siswanya 100 persen adalah SMK Telkom Sandhy Putra yang berlokasi di Sawojajar. Lebih lanjut Peni mengatakan, keberhasilan pendidikan jangan hanya dilihat dari angka kelulusan atau ketidaklulusan siswa, tetapi dari nilai rata-rata. Nilai rata-rata kelulusan siswa setiap tahun ada peningkatan.

"Itu artinya, kualitas pendidikan semakin bagus dan keberhasilan juga tidak hanya diukur dari angka-angka semata, tetapi juga adanya perubahan sikap peserta didik. Dari yang kurang sadar menjadi sadar dan dari yang tidak baik menjadi baik," kata Peni.    

Menanggapi angka ketidaklulusan SMK yang cukup tinggi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang M Sofwan mengatakan, itu tidak hanya terjadi di Kota Malang, tetapi hampir menyeluruh di wilayah Jatim.

"Tahun ini siswa SMK mendapat satu tambahan mata pelajaran UN, yakni Teori Produktif. Banyak siswa SMK yang nilainya jatuh pada mata pelajaran tersebut," katanya. Sofwan meyakini, siswa SMA dan SMK di daerah itu akan lulus 100 persen setelah pelaksanaan UN ulangan yang digelar 10-14 Mei mendatang sebab hasil yang dicapai saat ini masih belum final.

Di Kabupaten Malang, dari 5.466 siswa yang mengikuti UN, yang tidak lulus sebanyak 274 siswa serta SMK diikuti 7.109 siswa dan yang tidak lulus sebanyak 703 siswa. Di Kota Batu, jumlah peserta UN tingkat SMA sebanyak 903 siswa dan yang tidak lulus 189 siswa dan untuk SMK yang diikuti 810 siswa, yang tidak lulus mencapai 242 siswa.

Pengumuman kelulusan siswa-siswi SMA, MA, dan SMK tersebut dilakukan secara tertutup dengan mengundang wali siswa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X