Sarjana Pandai Dikirim ke Daerah Terpencil

Kompas.com - 07/06/2010, 11:34 WIB
Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS - Yayasan Indonesia Mengajar mengirimkan sarjana- sarjana pandai untuk mengajar sekolah dasar di berbagai daerah terpencil di Indonesia. Gerakan ini diharapkan membuka akses pendidikan pada masyarakat terpencil dan berekonomi lemah. Tahun 2010 ini, sebanyak 50 pengajar muda telah dikirimkan ke lima kabupaten, yaitu Bengkalis di Riau, Tulang Bawang di Lampung, Passer di Kalimantan Timur, Majene di Sulawesi Barat, dan Halmahera di Maluku Utara.

"Para pengajar muda ini bertugas selama setahun saja, tidak lebih dari itu," kata pendiri Yayasan Indonesia Mengajar yang juga Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, dalam diskusi publik yang diselenggarakan Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Equilibrium Universitas Gadjah Mada, Jumat (4/6).

Kualifikasi perekrutan pengajar muda dibuat cukup tinggi, yaitu sarjana berusia 25 tahun dengan indeks prestasi kumulatif minimal tiga. Kualifikasi yang tinggi diterapkan karena para peserta pengajar muda diharapkan menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat tempatnya bekerja.

Selain mengajar, para pengajar muda bertugas mengenalkan kemajuan di daerah lain di Indonesia. Mereka juga diharapkan membuka akses pendidikan di daerah terpencil tersebut.

Anies mengatakan, tujuan utama gerakan Indonesia Mengajar ini mengembalikan fungsi pendidikan sebagai instrumen untuk meningkatkan status sosial masyarakat. Hal ini pernah dilakukan sekitar tahun 1950 dengan program pemerintah Pengiriman Tenaga Mahasiswa (PTM).

Selama kurun waktu 1951-1952, PTM berhasil mengirimkan 1.487 mahasiswa untuk mengajar di 161 sekolah lanjutan tingkat atas di 97 daerah terpencil di luar Jawa. Hasil program PTM ini adalah meningkatnya jumlah mahasiswa dari kalangan masyarakat biasa yang terinspirasi atau terbantu untuk kuliah.

Ketua BPPM Equilibrium Rahmia Hasniasari mengatakan, diskusi pendidikan diselenggarakan untuk meningkatkan perhatian mahasiswa di bidang pendidikan. Pendidikan di Indonesia masih menghadapi banyak permasalahan, mulai dari kesenjangan sarana pendidikan hingga kompetensi pelajar Indonesia yang masih rendah. (IRE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.