Indikator bagi Kualitas Perguruan Tinggi - Kompas.com

Indikator bagi Kualitas Perguruan Tinggi

Kompas.com - 26/06/2010, 07:26 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Pengamat pendidikan Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Y. Warella, menilai, relatif banyak indikator untuk menilai kualitas suatu perguruan tinggi, apalagi untuk ukuran kualitas dunia.       "Setiap lembaga memiliki indikator penilaian yang berbeda dengan lembaga-lembaga lain, karena itu indikator suatu perguruan tinggi dinilai sebagai berkelas dunia menjadi beragam," katanya di Semarang, Sabtu (26/6/2010).

Menurut dia, berbagai indikator yang ditetapkan suatu lembaga sebenarnya dapat dijadikan sebagai tolok ukur kualitas suatu perguruan tinggi, namun terkadang ada beberapa indikator yang terkesan tidak relevan.       "Ada lembaga yang menjadikan fasilitas kolam renang salah satu indikator, atau gelanggang olahraga, tentunya hal itu tidak berkaitan langsung dengan penilaian kelas dunia bagi perguruan tinggi," katanya.       Namun, kata dia, bukan berarti suatu perguruan tinggi harus bersikap antipati dengan penilaian yang akan diproses menjadi pemeringkatan itu, karena ada beberapa indikator bersifat objektif yang bisa menjadi patokan. Ia menyebutkan beberapa indikator objektif suatu perguruan tinggi dikatakan berkelas dunia, antara lain berapa banyak guru besar yang dimiliki dan karya-karya ilmiah spektakuler yang masuk dalam jurnal nasional.       "Kalau banyak guru besar yang mengajar di luar negeri dan sebaliknya banyak guru besar luar negeri yang mengajar di suatu perguruan tinggi, berarti perguruan tinggi itu dikenal dan dipercaya secara luas," katanya.       Terkait karya-karya ilmiah, kata dia, semakin banyak karya yang diterbitkan dalam jurnal internasional dan sudah dipatenkan, tentu menjadikan perguruan tinggi tersebut diakui oleh kalangan internasional.       "Demikian juga jumlah mahasiswa asing yang berkuliah di perguruan tinggi tersebut dan sebaliknya berapa mahasiswa yang berkuliah di luar negeri. Itu bisa dijadikan ukuran penilaian kualitas perguruan tinggi," katanya.       Selain itu, kata Warella yang juga Direktur Program Pascasarjana Undip Semarang itu, banyak indikator objektif lain yang bisa dijadikan patokan, seperti rasio mahasiswa pascasarjana lebih besar dari mahasiswa sarjana, dan tokoh yang meraih Nobel.       Menurut dia, peran pascasarjana dalam peningkatan mutu sangat besar dan hal itu pula yang mendasari Pertemuan Pimpinan Pascasarjana Perguruan Tinggi Negeri Se-Indonesia Ke-32 yang akan diselenggarakan pada 28 Juni-1 Juli 2010.       "Kebetulan, kami ditunjuk sebagai tuan rumah ajang itu dan tema yang akan diangkat nantinya adalah ’Penajaman Peran Pendidikan Pascasarjana untuk mendukung ’World Class University’," kata Warella.


EditorJimmy Hitipeuw

Terkini Lainnya

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional
Close Ads X